logo rilis
KPK Akui Sulit Cari Pengganti Aris Budiman
Kontributor
Tari Oktaviani
08 April 2018, 09:00 WIB
KPK Akui Sulit Cari Pengganti Aris Budiman
Ketua KPK, Agus Rahardjo. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Jakarta— Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Agus Rahardjo, menyampaikan pihaknya terbuka kepada eksternal maupun internal yang ingin menjadi direktur penyidikan menggantikan Brigjen Pol Aris Budiman. Menurut Agus, apabila dari internalnya ada yang mencalonkan diri pun maka akan diseleksi.

"Calon internal ya kita dorong juga. Bahkan untuk yang dirdik kita buka juga misalkan dari kejaksaan ada biar masuk aja," kata Agus, Jakarta, Minggu (8/4/2018).

Ia menceritakan kesulitannya mencari orang yang akan mengisi direktur penyidikan KPK. Agus berujar, dari tiga calon asal kepolisian dan dua asal internal KPK, hanya satu yang lolos di tahap wawancara. Namun orang itu belum juga memenuhi kriteria yang dibutuhkan Pimpinan KPK dalam membantu pekerjaannya untuk mengungkap kasus.

"Dari sisi kompetensi kami belum bisa meyakini semua calon yang masuk wawancara dari kepolisian hanya satu tapi pimpnan belum sepakat untuk menentukan salah satu jadi ya kita ulang lagi," paparnya.

Kendati demikian, Agus mengatakan, saat ini pihaknya sedang mempersiapkan diri untuk membuka pendaftaran bagi calon direktur penyidikan KPK. "Ya segera lah pokoknya," tegas Agus.

Sebelumnya KPK diimbau untuk mencari pengganti Direktur Penyidikan (Dirdik) diluar lembaga penegak hukum lain. Menurut Koordinator Perhimpunan Bantuan Hukum dan Hak Asasi Manusia Indonesia (PBHI) Julius Ibrani, posisi Dirdik KPK setidaknya bisa mengambil dari profesional indenpenden.

Julius mengatakan, hal ini dikarenakan dari segi sejarah konflik KPK dalam penanganan perkara, harusnya KPK memperhatikan bahwa adanya intervensi politik kepentingan.

"Bahkan distraksi dari posisi top level manajemen yang berasal dari kepolisian, dan kejaksaan. Kasus Cicak vs Buaya, dan lain-lain jelas menggambarkan itu. Jadi sebaiknya tidak lagi merekrut calon untuk posisi tersebut dari institusi yang sbnrnya menjadi target untuk dibenahi oleh KPK," katanya di Jakarta, Kamis (5/4/2018).

Menurutnya, usulan itu juga sempat dibahas oleh para akademisi ahli ketika menyusun UU KPK. Terpenting yang lainnya, Julius berujar harus ada tim seleksi di luar lembaga KPK yang memperhitungkan dengan matang-matang pengganti Dirdik KPK.

"Sedari awal PBHI sudah memberikan masukan bhw utk rekrutmen posisi top level Manajemen di KPK, harusnya menggunakan mekanisme Rekrutmen dengan panitia seleksi secara terbuka, ada pihak ketiga khusus tes untuk psikologis, pengetahuan, dan lain-lain. Rekrutmen level bawah (Indonesia Memanggil) saja sudah se-terbuka itu," ungkapnya.

Lebih jauh, jika masih juga direkrut dari Kepolisian dan Kejaksaan, ia khawatir KPK kehilangan momok pemberantasan korupsi. Dengan kata lain, apabila ingin mengusut penegak hukum yang terlibat korupsi maka KPK akan segan lantaran pejabatnya berasal dari institusi yang sama.

"Kalau ngambil lagi dari institusi yang ada, maka institusi tersebut juga jadi kehilangan sosok pemberantas korupsi sendiri," tuturnya.

Diketahui sejauh ini, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) belum mendapatkan Direktur Penyidikan yang sesuai kriteria. 
Dari beberapa calon yang lolos hingga seleksi akhir, rupanya belum ada sosok yang tepat menggantikan Aris Budiman.

Adapun untuk posisi Direktur Penyidikan KPK hanya terdapat tiga nama dari institusi Polri, yakni Edy Supriyadi, Andy Hartoyo dan Djoko Poerwanto.

Editor: Sukma Alam


500
komentar (0)