logo rilis
KPK Akan Telusuri Kasus Bakamla melalui Anggota DPR
Kontributor
Tari Oktaviani
02 April 2018, 14:23 WIB
KPK Akan Telusuri Kasus Bakamla melalui Anggota DPR
ILUSTRASI KPK: RILIS.ID/Hafiz Faza.

RILIS.ID, Jakarta— Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyampaikan, akan menelusuri kasus dugaan suap pengadaan satelit monitoring di Bakamla RI melalui pihak-pihak yang pernah membahas terkait anggarannya. Dengan kata lain, komisi I DPR RI akan menjadi pihak yang turut disertakan untuk dimintai pengetahuannya terkait kasus ini.

"Kita akan telusuri pihak-pihak DPR maupun swasta ataupun pihak lain yang memiliki pengetahuan terkait dengan proses penganggaran proyek bakamla tentu akan ditelusuri kalaupun memang ada informasi yang bisa kita dan perlu kita kroscek pada saksi saksi tertentu tentu dapat kita lakukan yang paling penting adalah penelusuran informasi," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah, Jakarta, Senin (2/4/2018).

Kendati begitu, terkait dengan nama-nama anggota Komisi I dan XI DPR yang nantinya akan dipanggil KPK untuk menjadi saksi dari Fayakhun Andriadi, Febri belum bisa mengonfirmasinya. Meskipun, sudah ada beberapa pihak yang menyebut beberapa nama anggota Komisi I DPR seperti TB Hasanuddin, Eva Kusuma Sundari dan Komisi XI DPR Bertu Merlas dan Donny Imam Priambodo.

"Kalau nama nama saksinya saya sendiri belum mendapatkan nama secara lengkap ya siapa saja saksi yang diperiksa untuk kasus bakamla ini yang dari DPR. Tapi tentu sepanjang dibutuhkan akan dilakukan," ucapnya.

Dalam kasus ini, Fayakhun telah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap pembahasan anggaran proyek pengadaan alat satelit monitoring pada Bakamla tahun anggaran 2016.

Fayakhun diduga menerima ‎hadiah atau janji berupa uang setelah memuluskan anggaran proyek Bakamla. Dia mendapatkan imbalan 1 persen dari proyek senilai Rp1,2 triliun atau sebesar Rp12 miliar.

Selain itu, Fayakhun juga diduga menerima dana suap sebesar 300 ribu Dollar Amerika. Uang tersebut diduga diterima Fayakhun dari proyek pengadaan di Bakamla.

Sejumlah uang yang diterima Fayakhun tersebut berasal dari Direktur Utama Melati Technofo Indonesia (PT MTI), Fahmi Dharmawansyah melalui anak buahnya, M. Adami Okta. Uang tersebut diberikan dalam empat kali tahapan.

Editor: Taufiqurrohman


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)