logo rilis

KPK Akan Bongkar Kasus BLBI
Kontributor

14 Mei 2018, 09:23 WIB
KPK Akan Bongkar Kasus BLBI
ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafiz Faza.

RILIS.ID, Jakarta— Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan membongkar kembali kasus dugaan korupsi BLBI. Pasalnya, tersangka mantan Kepala BPPN Sjafrudin Arsyad Tamenggung (SAT) akan menjalani sidang perdananya di pengadilan tindak pidana korupsi.

"KPK sudah persiapkan maksimal, dakwaan sudah disampaikan ke pengadilan," kata Febri, Jakarta, Senin (14/5/2018).

Menurut Febri, nantinya dalam dakwaan itu KPK akan menguraikan perbuatan Sjafrudin hingga beberapa pihak yang disebut oleh KPK berperan. Ini mengingat pada kala itu banyak pejabat pemerintahan terlibat dalam proses pembahasannya.

"Ada sekitar 49 halaman yang menguraikan perbuatan terdakwa yang diduga merugikan keuangan negara, kita akan uraikan bersama dengan siapa saja, ada pihak lain, ada pejabat atau pihak swasta lain yang akan diuraikan perannya dengan terdakwa akan buktikan satu per satu isi dakwaan itu," ujarnya.

Sedikitnya KPK telah memeriksa 69 saksi. Mereka yang diperiksa berasal dari kalangan mantan pejabat negara, pihak swasta, pegawai PT Gajah Tunggal Tbk, hingga advokat. 

Bekas pejabat negara yang telah diperiksa di antaranya mantan Wakil Presiden Boediono selaku Menteri Keuangan, mantan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Dorodjatun Kuntjoro Jakti, mantan Kepala Bappenas Kwik Kian Gie, mantan Menteri BUMN Laksamana Sukardi.

Kemudian, mantan Kepala BPPN I Putu Gede Ary Suta, mantan Menteri Keuangan Bambang Subianto, hingga Mantan Menteri Koordinator Bidang Ekonomi, Keuangan dan Industri, Rizal Ramli. 

Sementara dari kalangan swasta, penyidik KPK telah memeriksa sejumlah petinggi PT Gajah Tunggal Tbk yang memiliki kaitan dengan Sjamsul Nursalim. Selain itu, penyidik KPK juga sudah memanggil Artalyta Suryani alias Ayin dan sejumlah petani tambak PT Dipasena. 

Dalam kasus ini, KPK baru menetapkan Syafruddin sebagai tersangka. Dia diduga merugikan negara hingga Rp4,58 triliun lantaran menerbitkan SKL kepada Sjamsul. Angka kerugian negara itu dapat dari hasil audit investigasi BPK terbaru 2017.


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)