logo rilis
KPAI Ingatkan Dampak Buruk Pernikahan Anak
Kontributor
Fatah H Sidik
18 April 2018, 16:13 WIB
KPAI Ingatkan Dampak Buruk Pernikahan Anak
Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Retno Listyarti saat diskusi #RilisCorner di Kantor rilis.id, Jakarta, Senin (29/1/2018). FOTO: RILIS.ID/Intan Nirmala Sari

RILIS.ID, Jakarta— Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Retno Listyarti, mengatakan, perkawinan anak merupakan bentuk pelanggaran hak-hak anak. Hak atas pendidikan, misalnya.

"Hak atas kualitas kesehatan tertinggi dan hak untuk mendapatkan kesempatan pengembangan diri, tidak akan didapat bila anak menikah," imbuhnya di Jakarta, Rabu (18/4/2018).

Menurutnya, sejumlah permasalahan juga mungkin muncul dari perkawinan tersebut. Di antaranya, kekerasan dalam rumah tangga karena belum memiliki kematangan mental.

"Begitu juga permasalahan kematian ibu. Angka kematian ibu di Indonesia cukup tinggi. Ibu yang melahirkan ketika masih berusia remaja, memiliki risiko kematian yang lebih tinggi," terangnya.

Baca: Kemensos Sayangkan Pernikahan Bocah SMP

Retno meyakini, peningkatan kualitas hidup dan sumber daya manusia (SDM) pun takkan tercapai, bila perkawinan anak berlanjut. "Anak memiliki anak, biasanya emosinya lebih tidak terkendali karena biasanya belum siap," jelasnya.

Karenanya, kata dia, KPAI menyayangkan keputusan Pengadilan Agama Bantaeng yang mengizinkan dua pelajar SMP menikah. Padahal, permohonan keduanya sempat ditolak Kantor Urusan Agama (KUA) Bantaeng, Sulawesi Selatan.

"Pengadilan agama seharusnya menjadi benteng terakhir untuk mencegah perkawinan anak. Karena itu, kami berharap pengadilan anak tidak mudah meloloskan perkawinan anak," tutup Retno.

Baca: Selain Cinta, Alasan Bocah SMP Kebelet Nikah Ini Bikin Terenyuh

Sumber: ANTARA


500
komentar (0)