logo rilis

KPAI Buka Posko Pengaduan UNBK SMA 2018
Kontributor
Elvi R
17 April 2018, 17:55 WIB
KPAI Buka Posko Pengaduan UNBK SMA 2018
Siswa SMA/MA Mulai Mengikuti Ujian Nasional 2018. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Jakarta— KPAI tidak membuka posko pengaduan terkait dengan pelaksanaan UNBK tingkat SMK/MA. Namun, pengaduan yang masuk ke Komisioner Bidang Pendidikan cukup banyak baik melalui aplikasi perpesanan instan, perpesanan media sosial, maupun telepon langsung.

Komisioner Bidang Pendidikan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Retno Listyarti mengatakan, pengaduan berasal dari Tangerang, Tangerang Selatan, Cikarang, Bekasi, Depok, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, dan Jakarta Utara. Pengadu berasal dari sekolah negeri maupun swasta.

Hal-hal yang dikeluhkan, antara lain, soal UNBK Matematika yang sangat sulit, tidak cukup waktu mengerjakan karena langkah yang banyak dan rumit serta soal tidak sesuai dengan kisi-kisi.

"Ada siswa yang mengadu menyatakan hanya meyakini jawaban benar sekitar lima hingga 10 dari 40 soal yang diujikan," kata Retno saat konfrensi pers di Jakarta, Selasa (17/4/2018).

Ketika digali lebih lanjut, katanya, para siswa pengadu mengaku tidak pernah mendapatkan soal jenis itu dalam pembelajaran dan penilaian selama 3 tahun di SMA.

Di lokasi yang berbeda Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengatakan, penyelenggaraan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) tidak merugikan siswa sekolah karena soal-soal ujian yang sulit.

"Tidak ada. Merugikan apa? Kalau ujian itu sulit, ya itu pasti. Namanya ujian kok gampang? Ya kalau (gampang) itu tidak ada ujian. Tidak ada yang rugi. Kok tahu rugi, apanya yang rugi? Tidak ada," kata Muhadjir usai meresmikan pengurus baru Himpunan Indonesia untuk Pengembangan Ilmu-Ilmu Sosial (HIPIIS) di Jakarta.


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)