logo rilis
Korut Batal Temui Korsel, Pertemuan Trump-Kim Terancam Gagal
Kontributor
Syahrain F.
16 Mei 2018, 14:09 WIB
Korut Batal Temui Korsel, Pertemuan Trump-Kim Terancam Gagal
Jet tempur pengintai AS U-2 akan mendarat di Pangkalan Udara AS di Pyeongtaek, Korea Selatan, Rabu (16/5/2018). Credit: AP/Kwon Joon-woo 

RILIS.ID, Seoul— Korea Utara mengumumkan pada Rabu (16/5/2018) pagi akan menunda pertemuan antar-Korea "sampai waktu yang tidak ditentukan".

Pertemuan itu seharusnya berlangsung hari ini. Dampak dari pembatalan tersebut diprediksi akan mengancam rencana pertemuan yang sudah dijadwalkan antara pemimpin Korut Kim Jong-un dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Kantor berita Korea Utara KCNA melaporkan, salah satu penyebab pembatalan tersebut dikarenakan latihan militer gabungan AS-Korsel yang masih berlangsung pasca-pertemuan dua pemimpin Korea beberapa pekan lalu.

"Latihan yang menargetkan kami ini dilakukan di seluruh Korea Selatan, dan merupakan pelanggaran Deklarasi Panmunjom serta provokasi militer yang disengaja, bertentangan dengan perkembangan positif yang sudah terjadi di Semenanjung Korea," tulis artikel KCNA.

Melansir Anadolu Agency, 'Deklarasi Panmunjom' mengacu pada perjanjian perdamaian yang dicapai Kim Jong-un dan Moon Jae-in pada 27 April lalu.

Pertemuan Kim-Trump yang sedianya dilangsungkan pada 12 Juni nanti diharapkan membuka detail denuklirisasi Korea Utara yang tertulis dalam perjanjian tersebut.

Belum diketahui apakah pemerintah AS telah menerima informasi resmi mengenai perubahan jadwal itu. KCNA melaporkan, Korut memperingatkan Washington agar "berhati-hati dalam menentukan nasib pertemuan Korea Utara-AS setelah provokasi militer yang dilakukan bersama-sama dengan pemerintah Korea Selatan."

Pyongyang menjadwalkan pertemuan tingkat tinggi dengan Korea Selatan hanya sehari sebelum mengumumkan pembatalannya pada Rabu, sementara latihan bersama yang disebut-sebut itu sudah dimulai sejak Jumat.

Latihan Max Thunder--yang dikatakan oleh AS dan Korea Selatan sebagai latihan pertahanan--dijadwalkan berlangsung selama dua pekan, dengan melibatkan 100 pesawat militer termasuk pesawat pembom B-52 dan jet perang.

Korea Utara telah sejak lama menyatakan bahwa latihan seperti itu merupakan persiapan perang.

Washington memilih menanggapi tudingan Korut ini dengan hati-hati, seperti yang diungkapkan oleh Juru Bicara Gedung Putih Sarah Sanders yang menyatakan bahwa AS "akan melihat kembali apa yang dikatakan oleh Korut dan terus berkoordinasi dengan sekutu-sekutunya."

Sementara itu, Juru Bicara Kementarian Luar Negeri AS Heather Nauert mengonfirmasi, AS "akan terus merencanakan" pertemuan dengan Korea Utara di Singapura pada bulan depan.


500
komentar (0)