logo rilis

Korupsi e-KTP, MA Tambah Vonis Dua Mantan Pejabat Kemendagri
Kontributor
Tari Oktaviani
19 April 2018, 20:49 WIB
Korupsi e-KTP, MA Tambah Vonis Dua Mantan Pejabat Kemendagri
ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafidz Faza

RILIS.ID, Jakarta— Mahkamah Agung (MA) memperberat hukuman terhadap dua mantan pejabat Kementerian Dalam Negeri, Irman dan Sugiarto, terdakwa kasus pengadaan Kartu Tanda Penduduk berbasis elektronik (e-KTP).

Keduanya divonis menjadi menjadi 15 tahun penjara. Tak hanya itu saja, keduanya juga dikenakan denda Rp500 juta subsider 8 bulan kurungan.

Juru Bicara Mahkamah Agung, Suhadi, vonis kasasi itu diputus oleh tiga Hakim Agung, yakni Artidjo Alkostar, MS Lumme dan Abdul Latif pada Rabu 18 April 2018. 

Terdakwa Irman, kata Suhadi, dibebankan uang pengganti sebesar US$500.000 dan Rp1 miliar. 

Apabila tidak dibayar, maka Irman akan dikenakan tambahan penjara selama 5 tahun.

Sedangkan, Sugiharto dibebankan uang pengganti sebesar US$450.000 dan Rp460 juta. Apabila tidak dibayar, akan diganti dengan 2 tahun penjara.

Sebelumnya, majelis hakim pengadilan tindak pidana korupsi menjatuhkan vonis Irman dan Sugiharto masing-masing 7 tahun dan 5 tahun penjara oleh hakim pada Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta. 

Tentunya dengan adanya putusan MA ini maka hukuman keduanya menjadi lebih berat.
 

Editor: Kurnia Syahdan


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)