logo rilis
Korupsi Berjemaah, Anggota DPRD Sumut Terima Rp300-350 Juta
Kontributor
Tari Oktaviani
03 April 2018, 18:09 WIB
Korupsi Berjemaah, Anggota DPRD Sumut Terima Rp300-350 Juta
Ilustrasi. RILIS.ID/Hafidz Faza

RILIS.ID, Jakarta— Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan 38 orang anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara periode 2009-2014 dan 2014-2019 sebagai tersangka. Mereka diduga menerima hadiah atau janji dari Gubernur Sumatera Utara, Gatot Pujo Nugroho.

Ketua KPK, Agus Rahardjo, mengatakan penyidik menemukan dugaan per orangnya menerima Rp300 hingga Rp350 juta dari Gubernur Sumut, Gatot Pujo Nugroho, terkait pelaksanaan fungsi dan wewenang sebagai anggota DPRD.

Mereka yang sudah tak aktif menjadi anggota dewan di antaranya, Rijal Sirait, Roslynda Marpaung, Fadly Nurzal, Abu Bokar Tambak, Enda Mora Lubis, M Yusuf Siregar, Abdul Hasan Maturidi, Biller Pasaribu, Richard Eddy, Marsaut Lingga. 

Kemudian, Syafrida Fitrie, Rahmania Delima Pulungan, Tonnies Sianturi, Tohonan Silalahi, Murni Elieser, Dermawan Sembiring, Arlene Manurung, Syahrial Harahap, Restu Kurniawan, Washington Pane, John Hugo Silalahi, Ferry Suando. 

Selain itu, Tunggul Siagian, Fahru Rozi, Taufan Agung Ginting, Pasiruddin Daulay, Elezaro Duha, Musdalifah, dan Tahan Manahan Panggabean. 

Sementara untuk tersangka yang masih aktif sebagai anggota DPRD Sumatera Utara, yakni Rinawati Sianturi dari Fraksi Hanura, Muhammad Faisal dari Fraksi Golkar, Arifin Nainggolan, Mustofawiyah, Sopar Siburianaktif, dan Tiaisah Ritonga dari Fraksi Demokrat. 

Kemudian Analisman Zalukhu dari Fraksi PDIP, Helmiati dari Fraksi Golkar, Muslim Simbolon dari Fraksi PAN, serta Sonny Firdaus dari Fraksi Gerindra.

"Setelah melakukan proses pengumpulan informasi, data dan mencerman fakta persidangan dalam perkara tersebut, KPK menemukan bukti permulaan yang cukup unmk melakukan Penyidikan dengan 38 orang Anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara periode 2009-2014 dan atau 2014-2019 sebagai tersangka," kata Agus di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (3/4/2018).

Mereka menerima sesuatu terkait dengan beberapa hal. Pertama, persetujuan laporan pertanggungjawaban pemerintah provinsi Sumatera Utara tahun anggaran 2012 sampai dengan 2014 oleh DPRD Provinsi Sumatera Utara.

Kedua, persetujuan perubahan anggaran pendapatan dan belanja daerah provinsi Sumatera Utara tahun anggaran 2013-2014 oleh DPRD Sumatera Utara.

Ketiga, pengesahan anggaran pendapatan dan belanja daerah provinsi Sumatera Utara tahun anggaran 2014 dan 2015 oleh DPRD Provinsi Sumatera Utara. Keempat, penolakan penggunaan hak interpelasi oleh DPRD provinsi Sumatera Utara pada tahun 2015.

"Kasus ini kembali menunjukan bagaimana korupsi dilakukan secara masaal dengan memanfaatkan pelaksanaan fungsi dam kewenangab legislatif sebagai pintu yang membuka peluang terjadinya kongkalikong antara eksekutif dan legislatif untuk mengamankan kepentingan masing-masing ataupun mengambil manfaat untuk kepentingan pribadi atau kelompoknya" bebernya.

Atas perbuatan tersebut, 38 Anggota DPRD Provinsi Sumut periode 2009-2014 dan atau 2014-2019 disangkakan melanggar pasal 12 huruf a atau huruf b atau pasal 11 Undang Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberamasan Tlndak Pldana Korupsn sebagaimana telah dlubah dengan Undang Undang Nomor 20 Tahun 200110. pasal 64 ayat (1) dan pasal 55 ayat (1) ke-1 KUH Pidana.

Sebelumnya, KPK Juga telah memproses 12 unsur pimpinan dan anggota DPRD Provinsi Sumut periode 2004 2009 dan atau 2014-2019 dalam dua tahap yaitu pada tahap pertama 2015, KPK menetapkan 5 unsur pimponan DPRD Sumut sebagai tersangka, yaitu Saleh Bangun selaku Ketua DPRD Sumut periode 2009-2014, Kamaludin Harahap, Chaidir Ritonga, Sigit Pramono Asri dan Aji Shah selaku Wakil Ketua DPRD periode 2009-2014.

Tahap kedua pada 2016, KPK menetapkan lagi 7 ketua fraksi DPRD Sumut sebagai tersangja yaitu Muhammad Afan, Budiman Pardamean Nadapdap, Guntur Manurung, Zulkifli Effendi Siregar, Bustami HS, Zulkifli Husein, Parluhutan Siregar.

Kedua belas orang tersebut kini sedang menjalani pidana setelah divonis 4-6 tahun penjara.

Editor: Taufiqurrohman


500
komentar (0)