logo rilis
Korsel Akan Bawa Deklarasi Anti-Nuklir pada Pertemuan Dua Korea
Kontributor
Syahrain F.
03 April 2018, 21:05 WIB
Korsel Akan Bawa Deklarasi Anti-Nuklir pada Pertemuan Dua Korea
Rudal balistik Korut. FOTO: AP/David Guttenfelder

RILIS.ID, Seoul— Korea Selatan tengah merancang sebuah deklarasi mengenai rencana denuklirisasi Korea Utara. Deklarasi itu akan disampaikan saat kedua pihak menggelar pertemuan mendatang pada akhir bulan ini, kata kantor kepresidenan Seoul, Selasa (3/4/2018).

Menurut kantor berita Yonhap, kesepakatan ini akan jauh berbeda dengan yang terdahulu yang telah gagal mengekang program nuklir Korea Utara.

Sesuai kesepakatan pekan lalu, Presiden Korea Selatan Moon Jae-in akan mengadakan pertemuan perbatasan dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un pada 27 April. Pertemuan itu adalah pertemuan pertama antara pemimpin Korea dalam lebih dari satu dekade.

Kim juga berencana menemui Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk pertama kalinya pada bulan depan.

Seorang pejabat pemerintah Korea Selatan mengatakan, diskusi antar-Korea akan berdampak langsung terhadap Konferensi Tingkat Tinggi Korea Utara-AS.

Sementara itu, pejabat lainnya membantah bahwa Korea Selatan mengupayakan 'solusi Libya' seperti yang disebut-sebut oleh media, yang akan membuat rezim Pyongyang waspada terhadap denuklirisasi dan menjadi rentan tanpa jaminan.

Korea Utara telah berulang kali mengeluarkan peringatan penolakan atas campur tangan asing di semenanjung, terutama dengan keberadaan sekitar 30.000 staf militer Amerika.

Kantor Berita Korut KCNA pada Senin menyatakan bahwa saat ini merupakan waktu yang tepat untuk menolak kerja sama dengan pasukan asing.

"Sikap pemerintah Korea Selatan yang bersikukuh mendukung skenario AS untuk mengendalikan (Korea Utara) sangat mengecewakan seluruh warga Korea yang menginginkan reunifikasi dan perdamaian abadi di Semenanjung Korea," tulis KCNA dalam laporannya. 

Hingga saat ini masih belum jelas bagaimana Seoul dan Washington akan mengendalikan kerja sama militer mereka untuk menenangkan Pyongyang.

Sumber: Anadolu Agency


500
komentar (0)