logo rilis

Korban Tewas Miras Oplosan Jadi 51 Orang
Kontributor
Elvi R
11 April 2018, 14:41 WIB
Korban Tewas Miras Oplosan Jadi 51 Orang
Pemusnahan Minuman Keras. ILUSTRASI: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Bandung— Korban minuman keras (miras) oplosan terus bertambah, dari 100 korban saat ini dinyatakan 51 orang tewas. Kapolda Jawa Barat Irjen Polisi Agung Budi Maryoto mengatakan, dikhawatirkan, korban bisa bertambah.

Saat ini korban lain masih berjumlah 100 orang juga dalam penanganan sejumlah rumah sakit di Cicalengka, Bandung dan Sukabumi.

Peristiwa ini terjadi berbarengan di Cicalengka Kabupaten Bandung, Rancabolang Kota Bandung dan Pelabuhan Ratu Kabupaten Sukabumi.

"Korban masih bertambah yang meninggal di RSUD Cicalengka 31 orang, RS AMC Cileunyi 7 orang, RS Majalaya 3 orang. Ditambah, korban tewas di Kota Bandung 4 orang, Pelabuhan Ratu 6 orang, totalnya 51 orang," jelasnya, di Bandung (11/4/2018).

Lebih lanjut Agung menjelaskan, kasus keracunan miras oplosan ini terjadi di sejumlah titik. Di Cicalengka, korban berasal dari empat titik kumpul yang membeli miras oplosan dari penjual yang sama.

"Yang jual hanya di satu titik, kedua penjual sudah ditangkap, termasuk yang di Polrestabes Bandung itu satu titik penjualnya, sudah kita tangkap. Kemudian yang di Pelabuhan Ratu penjualnya sudah kita tangkap," kata Agung.

Agung menyebut, saat ini Polisi bersama dengan Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BP POM) dan Kedokteran Forensik Mabes Polri telah mengambil sampel darah, urin, dan cairan lambung para korban. Sampel itu akan diteliti lebih lanjut, kemudian dibandingkan dengan miras oplosan yang diminum korban.

"Hasilnya baru akan diketahui sekitar 3 hingga 4 hari ke depan," ungkapnya.

Sebelumnya, polisi telah menyita sebanyak 3.000 botol dan 25 jerigen miras oplosan dari tersangka AT yang berjualan di Rancabolang Kota Bandung.

Untuk kasus yang di Rancabolang, AT mencampur cairan yang diduga ginseng dengan obat batuk, dan losion anti nyamuk.

"Modusnya adalah mencampurkan ginseng, kemudian dioplos dengan obat batuk Komix, sama Autan," ungkap Agung, saat menggelar jumpa pers di Mapolresta Bandung, Jalan Merdeka Kota Bandung, Senin 9 April 2018.

Polisi akan mengusut korelasi kejadian di Cicalengka dan di Rancabolang, "apakah masih satu produk atau satu jaringan," ujar Agung.


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)