logo rilis

Korban Lion Air Belum Teridentifikasi, Keluarga Harus Tunggu Tiga Bulan
Kontributor
Ning Triasih
13 November 2018, 15:12 WIB
Korban Lion Air Belum Teridentifikasi, Keluarga Harus Tunggu Tiga Bulan
Tabur bunga di lokasi jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat. FOTO: Twitter

RILIS.ID, Jakarta— Rumah Sakit Polri Sukanto Kramat Jati, Jakarta Timur, meminta keluarga penumpang Lion Air JT 610 yang belum teridentifikasi untuk menunggu hingga tiga bulan sebelum memastikan korban meninggal dunia.

Kepala Bidang Identifikasi Korban Bencana (DVI) Rumah Sakit Polri Sukanto Kramat Jati, Komisaris Besar Polisi Lisda Cancer, menyebutkan jika hal itu merujuk pada Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan.

"Sebagaimana diatur dalam Pasal 178 ayat (1), penumpang yang berada dalam pesawat udara yang hilang, dianggap telah meninggal dunia, apabila dalam jangka waktu tiga bulan setelah tanggal pesawat udara seharusnya mendarat di tempat tujuan akhir tidak diperoleh kabar mengenai hal ihwal penumpang tersebut, tanpa diperlukan putusan pengadilan," sebut Kombes Lisda di RS Polri Kramat Jati, Jakarta, dikutip dari ANTARA, Selasa (13/11/2018).

Jika pada jangka waktu tiga bulan korban belum teridentifikasi, maka pihak keluarga dapat meminta surat kematian langsung ke Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) sesuai dengan domisili yang tertera pada kartu tanda penduduk (KTP) dan kartu keluarga (KK).

Pasalnya, RS Polri tidak dapat mengeluarkan surat kematian untuk penumpang Lion Air PK-LQP JT 610 yang tidak teridentifikasi.

"Nanti kami (RS Polri) bantu melapor ke Disdukcapil, ini jumlah penumpang yang teridentifikasi, sisanya tidak, mohon dibantu untuk pengurusan surat kematian. Mungkin begitu jika merujuk ke kasus jatuhnya pesawat Air Asia QZ 850," lanjut Kombes Lisda.

Hingga hari ke-16 sejak insiden pesawat Lion Air PK-LQP JT 610 jatuh di Tanjung Pakis, Karawang, Jawa Barat pada 29 Oktober 2018 lalu, RS Polri telah mengidentifikasi 82 penumpang, di mana 62 di antaranya berjenis kelamin laki-laki, 20 sisanya perempuan.

Artinya, masih ada 107 penumpang yang belum teridentifikasi. Tim DVI RS Polri masih memeriksa 666 sampel DNA yang ditemukan dari 195 kantong jenazah.

Editor: Sukma Alam


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)