logo rilis

Kontras, Trump Kini Lontarkan Pernyataan Sanjungan Kim Jong-un
Kontributor
Syahrain F.
25 April 2018, 18:53 WIB
Kontras, Trump Kini Lontarkan Pernyataan Sanjungan Kim Jong-un
ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafidz Faza

RILIS.ID, Washington— Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengeluarkan pernyataan yang kontras dengan apa yang dilontarkannya beberapa waktu lalu mengenai pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-un. 

Dalam pernyataannya, kemarin (24/4/2018), di Gedung Putih, Trump mengatakan bahwa Kim telah menunjukkan sikap yang sangat "terhormat" dan "terbuka" jelang perundingan denuklirisasi antar-Korea.

Melansir Anadolu Agency, komentar itu muncul menjelang pertemuan Trump-Kim yang akan digelar pada Mei atau Juni nanti. Jika terealisasi, pertemuan tersebut akan menjadi tatap muka pertama antara keduanya.

"Mungkin saja pertemuan itu akan menjadi pengalaman yang luar biasa, dan mungkin saja tidak terwujud sama sekali. Jika perundingan tidak masuk akal, maka saya akan mengakhirinya," kata Trump. 

Trump menekankan, denuklirisasi berarti Korut menghentikan program nuklirnya.

Beberapa waktu lalu, melalui akun Twitter-nya, Trump terlibat perang pernyataan dengan Kim mengenai tombol nuklir. Sikap yang berbanding jauh dengan yang dia ungkapkan kemarin.

"Pemimpin Korut Kim Jong Un baru saja menyatakan bahwa 'Tombol Nuklir siap diluncurkan setiap waktu.' Akankah seseorang dari rezimnya yang serba kekurangan memberi tahunya bahwa saya juga memiliki Tombol Nuklir, dan itu jauh lebih besar dan lebih kuat dari miliknya!" cuit Trump ketika itu.

Pada Selasa, Kim dikabarkan sedang mempersiapkan untuk melakukan apa yang selama ini dianggap mustahil oleh para pengamat, yakni membuka akses bagi pihak internasional untuk memverifikasi pelucutan nuklir di negaranya.

Surat Kabar Korea Selatan Dong-A Ilbo melaporkan, pemimpin Korut rupanya telah mengirim pesan ke AS yang menyatakan kesediaannya untuk membuka akses bagi Badan Energi Atom Internasional.

Akhir pekan lalu, rezim Kim mengumumkan akan mengakhiri uji coba nuklir dan rudal balistiknya, namun tidak berkomitmen dalam denuklirisasi total.

Perkembangan selanjutnya diharapkan dapat tercapai dalam pertemuan antar-Korea yang akan digelar Jumat ini.


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)