logo rilis
Konflik Hanura karena Ada Kelompok yang Ingin Menjauh dari Jokowi
Kontributor
Zulhamdi Yahmin
16 Januari 2018, 21:54 WIB
Konflik Hanura karena Ada Kelompok yang Ingin Menjauh dari Jokowi
Ketua Umum Partai Hanura Oesman SApta Odang, Sekretaris Jenderal Sarifuddin Sudding, dan Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umu

RILIS.ID, Jakarta— Pengamat politik yang juga Direktur Sinergi Masyarakat untuk Demokrasi Indonesia (Sigma), Said Salahudin, mengatakan, ada kelompok di Partai Hanura yang berusaha menjauh dari pemerintah. Kelompok ini, menurutnya, berusaha ingin melepaskan Hanura dari dukungannya terhadap Presiden Joko Widodo.

"Sampai dengan saat ini kita tunggu saja, siapa di antara dua faksi ini yang sebetulnya ingin menghindar dari Jokowi, dan siapa yang lebih menginginkan Jokowi," kata Said kepada rilis.id, Selasa (16/1/2018).

Seperti diketahui, Partai Hanura mengalami konflik setelah Sekjennya, Sarifuddin Sudding memecat Ketua Umum Oesman Sapta Odang (Oso). Tak tinggal diam, Oso kemudian balas memecat Sudding dengan alasan kewenangan yang dimilikinya lebih Konstitusional.

Said mengungkapkan, kelompok yang ingin menjauh dari Jokowi bisa dipengaruhi oleh partai-partai oposisi pemerintah. Adapun Oso, menurutnya, selama ini lebih memiliki kedekatan dengan Jokowi, ketimbang kelompok Sudding tersebut.

"Saya nggak mau sebut Prabowo, saya nggak mau nyebut Cikeas, pokoknya ada kelompok yang ingin bertahan, dan ada kelompok yang ingin menghindar dari Jokowi," ungkapnya.

Said menjelaskan, konflik yang terjadi pada Hanura itu bisa karena faktor yang ada di dalam maupun di luar kepengurusan partai tersebut. Namun, menurutnya, faktor Ketua Dewan Pembina Hanura, Wiranto, diyakini memiliki peran dominan dalam konflik dua kubu tersebut.

"Baik itu dipengaruhi internal maupun eksternal, faktor Wiranto-nya tetap ada di situ," jelasnya.


Tags
#Partai Hanura
#Oesman Sapta Odang
#Joko Widodo
#Said Salahudin
#Wiranto
500
komentar (0)