logo rilis
Konflik Bulog dan Kemendag Disebut Bukan yang Pertama Kalinya
Kontributor
Zulhamdi Yahmin
20 September 2018, 12:20 WIB
Konflik Bulog dan Kemendag Disebut Bukan yang Pertama Kalinya
Direktur Bulog, Budi Waseso. FOTO: RILIS.ID

RILIS.ID, Jakarta— Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Viva Yoga Mauladi, menyoroti kebijakan pemerintah dalam mengendalikan kebijakan pangan. Inilah yang menjadi pemicu adanya konflik antara Direktur Utama Bulog, Budi Waseso dengan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukito. 

"Sampai saat ini, pemerintah belum dapat mengendalikan kebijakan pangan," kata dia kepada rilis.id pada Kamis (20/9/2018).

Viva menyebut, polemik soal impor beras antara Bulog dan Kemendag yang terjadi kemarin bukan pertama kalinya. Konflik kedua lembaga ini kerap menimbulkan kecurigaan adanya dampak negatif dari impor beras.

Karena itu, kata dia, DPR tengah mempersiapkan rapat komisi gabungan antara Komisi IV dan Komisi VI dalam beberapa pekan ke depan.

Pihaknya dalam rapat itu akan mengundang Menteri Perdagangan, Menteri Pertanian, dan Dirut BULOG untuk menjelaskan pencapaian kinerja atas tugas pokoknya.

"Kementan menjelaskan tentang data produksi pangan (beras), Kemendag melaporkan tentang kebutuhan konsumsi pangan, dan BULOG menjelaskan jumlah penyerapan gabah dan beras petani lokal," ungkap dia. 

Sebelumnya, polemik antara Dirut Bulog Budi Waseso dengan Mendag Enggartiasto Lukito terjadi lantaran perbedaan pendapat soal impor beras. 

Buwas menilai impor beras tidak dibutuhkan saat ini lantaran stok ketersediaan pangan tersebut telah mencapai 2,4 juta ton. Ia menolak kebijakan impor beras itu juga lantaran gudang-gudang milik Bulog sudah penuh.

Meski mendapatkan penolakan dari Buwas, Menteri Enggar tetap ngotot dengan kebijakan impor beras. Pasalnya, pemerintah tak asal menetapkan begitu saja terkait kuota impor 2 juta ton tersebut.

Editor:




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID