logo rilis
Komunitas Internasional Kutuk Serangan Kimia Rezim Assad ke Douma
Kontributor
Syahrain F.
09 April 2018, 21:21 WIB
Komunitas Internasional Kutuk Serangan Kimia Rezim Assad ke Douma
Dalam foto yang dirilis oelh White Helmets pada 8 April 2018 di atas, tampak seorang relawan menggendong seorang bayi setelah jet tempur rezim melancarkan serangan ke Douma, di Ghouta Timur pada Sabtu (7/4/2018). FOTO: White Helmets via AP

RILIS.ID, Ghouta Timur— Jumlah korban sipil yang tewas akibat serangan bom kimia ke kota Douma, di Ghouta Timur, meningkat menjadi 78 orang.

Suleman Kakeh dan Ayman Arbash, dua dokter yang beroperasi di pinggiran Damaskus, mengonfirmasi korban jiwa dalam laporan yang secara eksklusif diberikan kepada kantor berita Anadolu Agency.

Rekaman video dari wilayah itu menunjukkan banyak jasad warga sipil tampak tidak mengalami luka luar, namun berbusa di mulut dan hidung. Pertahanan Sipil Suriah atau yang dikenal sebagai White Helmets mengatakan, 70 warga sipil telah tewas akibat bom-bom jet tempur pasukan rezim yang mengandung gas kimia.

Organisasi Kerjasama Islam (OKI) mengutuk serangan terbaru tersebut yang menyebutnya sebagai pelanggaran hukum internasional.

Yousef bin Ahmed Al-Othaimeen, sekretaris jenderal OKI mengatakan, "Saya mengutuk serangan Bashar al-Assad terhadap warga sipil yang tak berdaya."

Kementerian Luar Negeri Arab Saudi menyeru komunitas internasional harus mengambil sikap untuk melindungi warga sipil Suriah.

Sementara Uni Eropa mengatakan, bukti di Douma menunjukkan rezim Suriah bertanggung jawab atas serangan itu.

Saat ini, 100.000 orang yang tinggal di Douma mengalami blokade dari tentara rezim.

Pada 19 Maret, pasukan rezim meluncurkan serangan gas klorin di Ghouta Timur. Jaringan Suriah untuk Hak Asasi Manusia (SNHR) yang berbasis di Suriah melaporkan rezim telah melakukan sebanyak 214 kali serangan kimia sejak awal perang sipil pada tahun 2011.


500
komentar (0)