logo rilis

Komunikasi dengan 4 Parpol, Gerindra Ungkap Figur untuk Bursa Cawapres
Kontributor
Nailin In Saroh
02 April 2018, 18:43 WIB
Komunikasi dengan 4 Parpol, Gerindra Ungkap Figur untuk Bursa Cawapres
Ketua DPP Partai Gerindra Moh. Nizar Zahro. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Jakarta— Ketua DPP Partai Gerindra Moh. Nizar Zahro mengaku, partainya bersama partai koalisi terus menggodok calon wakil presiden pendamping Prabowo Subianto yang maju pada Pilpres 2019. 

Meskipun belum mendeklarasikan ketua umumnya sebagai calon presiden, namun Gerindra sudah menjalin komunikasi dengan PKS, PAN, Demokrat dan PKB.

"Semua komunikasi kecuali partai yang sudah dukung resmi Jokowi. Kan tidak mungkin dong. Yang jelas kaya PKS, PAN, Demokrat, PKB. Memang Gerindra belum menyatakan deklarasi resmi, tapi prinsip partai yang saya sebut jalin komunikasi dengan baik," ujarnya saat dihubungi di Jakarta, Selasa (2/4/2018).

"Masalahnya kan dibutuhkan dua orang, satu capres satu cawapres. Enggak mungkin dong ada lima. Ini yang harus disepakati dari awal agar koalisi kuat. Sama-sama kepentingannya untuk Indonesia lebih bangkit dari sebelumnya," tambah Nizar.

Nizar membenarkan, ada sembilan nama yang diajukan oleh PKS sebagai cawapres. Namun, kesembilannya masih akan beradu dengan calon yang disodorkan dari PAN, Demokrat dan PKB.

"Yang disampaikan teman-teman ada betulnya juga. Cawapres ada sembilan nama dari PKS. Tapi parpol yang akan berkoalisi dengan Gerindra barang tentu ajukan. Keputusannya menunggu masing-masing ketum. Tapi kalau Gerindra mandat penuh ke ketua umum sebagai capres 2019," jelas Ketua Umum Satuan Relawan Indonesia Raya (SATRIA) ini.

Nizar pun mengungkap beberapa figur yang masuk dalam bursa cawapres. Semuanya, kata dia, tengah dikaji oleh Gerindra dan koalisi.

"Ada ketua umum (partai), ada diluar ketua umum, ada di luar dari situ (non parpol), ada yang 9 nama dari PKS, ada 3 sipil, kita kaji semua yang disebut masyarakat," ungkap Legislator asal Madura, Jawa Timur ini.

Nizar menambahkan, partainya ingin mendapatkan sosok cawapres yang mampu membantu Prabowo menang di Pilpres 2019. Sehingga, semua faktor betul-betul dihitung secara matang. 

"Semua masih kita seleksi, baik aksestabilitas, elektablitas dan elektoralnya. Kita ingin cawapres Prabowo menaikkan elektoral Prabowo yang tingkat keterpilihan lebih banyak, sehingga kita bisa jadi pemenang," tukasnya.

"Kita hanya tinggal nunggu waktu dan strategi politik dari masing-masing parpol. Semuanya, sama-sama kuat," kata Nizar menandaskan.

Editor: Elvi R


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)