logo rilis
Komnas HAM Puji Polri dalam Tangani Rusuh Teroris
Kontributor
Yayat R Cipasang
10 Mei 2018, 19:41 WIB
Komnas HAM Puji Polri dalam Tangani Rusuh Teroris
Senjata laras panjang yang digunakan napi terorisme. FOTO: Istimewa

RILIS.ID, Jakarta— Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) memuji cara Polri dalam pembebasan terhadap anggotanya yang disandera terpidana teroris dengan cara manusiawi dan pendekatan lunak (soft and human approach). Memang, konsekuensinya cukup lama dan alot.

"Ini dilakukan antara lain mempertimbangkan adanya tahanan perempuan dan anaknya yang berada dalam tahanan tersebut," kata Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik dalam pernyataan pers yang diterima rilis.id, Kamis (101/5/2018).

Dari temua awal, kata Taufan, lima anggota polisi yang tewas dalam peristiwatersebut dibunuh secara kejam, tidak manusiawi dan merendahkan martabat manusia dengan cara ditembak dan luka tusuk dengan senjata tajam pada sekujur tubuh.

"Dalam peristiwa tersebut telah mengakibatkan sebanyak 4 (empat) orang anggota Polri mengalami luka-luka diantaranya anggota Polri yang sempat disandera atas nama Bripka Iwan Sarjana," ujarnya.

Semetara anggota polisi dan napi terorisme yag tewas masig-masing Iptu Luar Biasa Anumerta Yudi Rospuji Siswanto, Aipda Luar Biasa Anumerta Denny Setiadi, Brigadir Luar Biasa Anumerta Fandy Setyo Nugroho, Briptu Luar Biasa Anumerta Syukron Fadhli dan Briptu Luar Biasa Anumerta Wahyu Catur Pamungkas serta terpidana teroris atas nama Abu Ibrahim
alias Beny Syamsu.

"Perubahan pendekatan Polri yang lebih humanis dalam penindakan terorisme tersebut tidak terlepas dari adanya keinginan korps polisi untuk terus berbenah," kata Taufan.

"Ini juga hasil kerjasama yang erat dengan berbagai pihak termasuk Komnas HAM melalui pendidikan dan pelatihan, pembuatan buku saku HAM serta koordinasi yang intensif dalam penanganan berbagai peristiwa," tambahnya.


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)