logo rilis
Komnas HAM Paling Banyak Terima Laporan Konflik Agraria
Kontributor
Ainul Ghurri
27 Maret 2018, 19:05 WIB
Komnas HAM Paling Banyak Terima Laporan Konflik Agraria
Ibu-Ibu warga Tanjung Sari, Kelurahan Karaton, Kecamatan Luwuk, Banggai, Sulawesi Tengah, menggelar selawat di tengah jalan menghadang eksekusi lahan, Senin (19/3/2018). FOTO: Twitter/@SeknasKPA

RILIS.ID, Jakarta— Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Ahmad Taufan Damanik, menyatakan, konfik agraria merupakan laporan yang paling banyak diadukan ke pihaknya. Namun, tak menerangkan jumlahnya.

"Pelanggaran hak asasi memang paling banyak, tapi belum bisa kami sebutkan angkanya berapa," ujarnya di Jakarta, Selasa (27/3/2018). 

Meski memiliki keterbatasan, Taufan menerangkan, Komnas HAM telah bekerja semaksimal mungkin menindaklanjuti laporan tersebut. "Contohnya, kami bisa memanggil pimpinan lembaga atau perusahaan yang diduga melanggar HAM, hak asasi petani. Tetapi ketika mereka tidak datang, kami tidak bisa memanggil secara paksa," jelasnya.

Menurut Taufan, Komnas HAM terbentur dengan sistem. Sehingga, tak dapat memberikan sanksi bagi yang tidak datang dalam panggilan. Karenanya, sulit menindaklanjuti laporan.

Jika ada yang bisa dilakukan terkait konflik agraria, Komnas HAM sekadar konsolidasi dengan aparat berwajib. "Kami selalu meminta mereka untuk memberi jaminan untuk melindungi dan menjaga," katanya.

Karenanya, dia menyarankan, perlu membangun jaringan advokasi oleh semua pihak terkait, seperti lembaga swadaya masyarakat (LSM), organisasi profesi, dan akademisi. "Dan lainnya yang bisa memperkuat tekanan ke negara untuk menegakkan hak asasi petani," pungkas Taufan.

Editor: Fatah H Sidik


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)