logo rilis

Komisi X Minta Menpar Genjot Perolehan Devisa lewat Pariwisata
Kontributor

26 April 2018, 00:30 WIB
Komisi X Minta Menpar Genjot Perolehan Devisa lewat Pariwisata
Menteri Pariwisata, Arief Yahya (kedua kanan) membahas soal wisata halal di kantor Majelis Ulama Indonesia, Jakarta. FOTO: Zulhamdi Yahmin

RILIS.ID, Jakarta— Ketua Komisi X DPR RI Djoko Udjianto meminta seluruh pemangku kepentingan sektor pariwisata saling bersinergi agar lebih maksimal menghasilkan devisa negara.

"Kemenpar perlu tingkatkan koordinasi dan sinergi dengan lembaga lain, pemda, dan para pemangku kepentingan sektor pariwisata," katanya di Jakarta, Rabu (25/4/2018).

Djoko mengingatkan, sektor pariwisata merupakan penyumbang devisa terbesar kedua dan hanya kalah oleh komoditas minyak sawit mentah, sehingga perlu dioptimalkan.

Politisi Partai Demokrat itu juga berharap pemerintah memaksimalkan potensi wisatawan mancanegara, yang berdasarkan data lembaga internasional berjumlah 1,8 miliar orang.

Untuk itu, ujar dia, sudah seharusnya prasarana dan sarana pariwisata dikelola dengan lebih baik ke depannya.

Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia pada Januari-Februari 2018 mencapai 2,3 juta orang atau tumbuh 7,99 persen dibandingkan periode sama 2017.

Menteri Pariwisata Arief Yahya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (6/4), menyatakan capaian itu membuatnya optimistis target 17 juta wisman pada 2018 akan tercapai.

Menpar juga telah menawarkan 100 destinasi digital dan "nomadic tourism" atau wisata embara sebagai strategi baru untuk merealisasikan target 275 juta wisatawan Nusantara khususnya generasi milenial.

Arief mengatakan pilihan destinasi digital merupakan tuntutan era sekarang, yang wisatawannya didominasi generasi milenial dan cenderung menyukai destinasi yang memberikan pengalaman.

Untuk itu, pemerintah akan menciptakan 100 destinasi digital yang tersebar di 34 provinsi di Indonesia.

Sementara itu, Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahudin Uno meminta pariwisata halal di Ibu Kota terus digencarkan selama penyelenggaraan Asian Games pada Agustus 2018.

Permintaan tersebut disampaikan Sandiaga ketika menerima kunjungan pengurus Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) DKI Jakarta di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (5/4).

Menurut dia, program-program yang telah dirancang MES DKI untuk menghadirkan dan mengeksplorasi pariwisata halal di Ibu Kota selama pelaksanaan Asian Games 2018 positif dan bermanfaat.


 

Sumber: ANTARA


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)