logo rilis

Komisi X DPR Minta Peraturan Impor Dosen Ditinjau Ulang
Kontributor
Zul Sikumbang
20 April 2018, 12:30 WIB
Komisi X DPR Minta Peraturan Impor Dosen Ditinjau Ulang
Anggota Komisi X DPR RI, M Nizar Zahro. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Jakarta— Setelah Tenaga Kerja Asing diimpor melalui Perpres Nomor 20 Tahun 2018, pemerintah juga akan mengimpor dosen untuk mengajar di berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Rencana, 1.000 dosen asing akan membanjiri Indonesia. Namun anggaran yang ada baru peruntukan 200 dosen asing.

Menanggapi hal tersebut, Anggota Komisi X DPR M Nizar Zahro meminta agar kebijakan tersebut ditinjau ulang.

“Kalau di Komisi X kami akan meminta kepada Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi untuk mencabut peraturan impor dosen itu kalau memang sudah terlanjur buat peraturannya,” kata Nizar di Komplek Parlemen, Jakarta, Jumat (20/4/2018).

Kata dia, salah satu dasar Kemenristekdikti mengimpor dosen itu adalah Perpers 20/2018, tentang penggunaan TKA. 

“Saya sebagai anggota Komisi X tidak setuju walaupun kebutuhannya sains dan teknologi, itu menjadikan dosen-dosen yang dicetak oleh perguruan tinggi Indonesia baik negeri maupun swasta, itu menjadi tidak ada gunanya karena dosen-dosen yang sudah diluluskan walaupun ada kekurangan cukup banyak.

“Datanya mana, variabelnya apa walaupun itu dosen luar negeri lebih bagus dari dosen kita, Lebih bagus dan terhormat kita memakai dosen kita sendiri. Apalagi itu akan menimbulkan kecemburuan dengand gaji yang sampai Rp65 juta,” kata politisi Gerindra itu.

Ditambahkanya, anggaran sebesar Rp200 miliar untuk dosen asing sebaiknya digunakan untuk mendidik, meningkatkan kompetensi dosen sendiri.

“Betul, sepakat. Lebih bagus uang itu dipakai untuk menguliahkan dosen-dosen yang ada sekarang. Untuk apa perguruan tinggi yang setiap tahun kita hasilkan ratusan ribu lulusan, menjadi S2, S3, sementara dosen-dosen yang kita menutup kekurangan dosen dengan impor. Itu memalukan,” ujar Nizar.

“Jadi ini menutup pekerjaan bangsa sendiri. Apa sih untungnya mendatangkan dosen dari luar negeri, apa sih kelebihannya? Toh ilmunya juga sama dengan dosen yang dihasilkan universitas ternama di negara kita,” pungkas Nizar.

Editor: Elvi R


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)