logo rilis
Komisi VIII Sayangkan Alquran Jadi Alat Bukti Terorisme
Kontributor
Nailin In Saroh
19 Mei 2018, 10:29 WIB
Komisi VIII Sayangkan Alquran Jadi Alat Bukti Terorisme
Ketua DPP Gerindra Sodik Mudjahid. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Jakarta— Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Sodik Mudjahid menyayangkan, sikap kepolisian menjadikan Alquran sebagai barang bukti terduga pelaku tindak pidana terorisme. Menurutnya, langkah itu merupakan pelecehan terhadap kitab suci umat Islam. 

"Bagaimana mungkin suatu yang diyakini sebagai sumber kebenaran dan sumber kebajikan dijadikan alat bukti sebuah tindakan kejahatan," ujar Sodik di Jakarta, Sabtu (19/5/2018).

Apalagi, kata Ketua DPP Partai Gerindra itu menjelaskan, dalam Alquran tidak ada ayat yang memerintahkan tindakan teror seperti melakukan jihad dengan menggunakan bom bunuh diri. 

"Dalam sebuah peperangan saja, Alquran yang diteruskan oleh Nabi Muhammad melarang membunuh wanita, anak-anak, orang tua dan dilarang merusak tanaman pepohonan," jelasnya.

Selain itu, kata Sodik, nilai-nilai Pancasila yang merupakan ideologi Indonesia tidak lah bertentangan dengan ajaran Alquran. Sebab, lahirnya Pancasila merupakan inspirasi dari Alquran.

"Bahkan banyak yang berpendapat bahwa Pancasila lahir dari kandungan dan terinapirasi oleh Alquran karena Bung Karno belajar nilai, api dan semangat Alquran dari HOS Cokrominoto," tandasnya.

Diketahui, Tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri menangkap seorang terduga teroris di Medan, Sumatera Utara. Penangkapan terjadi di Simpang Sei Sikambing Sekip, Kecamatan Medan Petisah, Kota Medan pada Selasa,(15/5/2018).

Terduga teroris yang ditangkap adalah MYR (28), seorang pria yang berprofesi sebagai pengemudi ojek daring.

Dalam penggeledahan tersebut, petugas mengamankan sejumlah barang bukti yaitu Alquran besar 1 buah, Alquran kecil 1 buah, kaset CD, dan buku notes warna merah berisikan foto kopi KTP.


500
komentar (0)