logo rilis
Komisi V Sebut Driver Ojol Jadi 'Sapi Perahan' Aplikator
Kontributor
Zul Sikumbang
23 April 2018, 16:19 WIB
Komisi V Sebut Driver Ojol Jadi 'Sapi Perahan' Aplikator
Ojek Online Tuntut Rasionalisasi Tarif. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Jakarta— Anggota Komisi V DPR RI Ade Rezki Pratama menyebutkan, para driver ojek online dijadikan sapi perahan oleh aplikator.

Hal ini disampaikan Ade dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan perwakilan ojek online di Komisi V DPR RI, Komplek Parlemen, Jakarta, Senin (23/4/2018).

“Mohon maaf, rekan-rekan driver ojek online ibarat sapi perahan oleh aplikator. Aplikator tidak peduli dengan nasib para driver ojek online sementara aplikator dapat keuntungan dari ojek online,” kata Ade Rezki.

Katanya, seharusnya pemerintah peduli dengan nasib para driver ojek online tersebut.

“Dengan jadikan sapi perahan, pemerintah terkesan abai, harusnya pemerintah harus bisa menekan aplikator dan tidak menjadikan mereka sebagai sapi perahan,” ungkap anggota DPR RI dari dapil Sumbar II itu.

Hari ini diprediksi akan ada 15 ribu orang sopir ojek online yang tergabung dalam Gabungan Aksi Roda Dua Indonesia (Garda) melakukan unjuk rasa di depan Gedung DPR-MPR. Aksi rencananya akan dilakukan sejak pukul 10:00 WIB sampai pukul 18:00 WIB.

Para ojek online itu memohon kepada Presiden Joko Widodo dan Ketua DPR, khususnya Komisi V bidang perhubungan, bersedia membentuk payung hukum yang di dalamnya memuat sekurang-kurangnya tiga aspek mendasar

Ketiga aspek ini adalah, pertama, pengakuan legal eksistensi, peranan, dan fungsi ojek online sebagai bagian dari sistem transportasi nasional.

Editor: Elvi R


500
komentar (0)