logo rilis

Komisi I Nilai Janggal Pemakaian Baju Loreng Panglima TNI
Kontributor
Zulhamdi Yahmin
08 Juni 2018, 20:45 WIB
Komisi I Nilai Janggal Pemakaian Baju Loreng Panglima TNI
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Jakarta— Anggota Komisi I DPR RI, Supiadin Aries Saputra, menilai, kebiasaan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menggunakan pakaian dinas lapangan (PDL) mesti diubah. Apalagi, katanya, di saat mantan Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) itu mendampingi Presiden Joko Widodo yang menggunakan pakaian jas. 

"Enggak enak waktu terima tamu, presiden dan yang lain pakai jas, beliau pakai loreng. Kan janggal," kata Supiadin kepada rilis.id, Jumat (8/6/2018). 

Tak hanya itu, ujar Supiadin, kejanggalan juga terjadi saat Hadi menggunakan PDL di acara-acara internal yang seharusnya pakai PDH. Apalagi, seluruh prajuritnya termasuk para kepala staf angkatan saat itu menggunakan PDH masing-masing. 

"Di acara-acara internal saat para kepala staf angkatan pakai PDH, beliau malah pakai loreng," ujarnya. 

Purnawirawan perwira tinggi TNI Angkatan Darat bintang dua itu menilai, sudah saatnya Hadi juga menggunakan pakaian dinas harian (PDH) TNI AU. Menurutnya, tak perlu lagi Hadi mengesankan dirinya milik semua matra di TNI. 

"Saya pikir sudah selesai lah beliau begitu, saran saya ke depan ya menggunakan pakaian yang sesuai dengan kondisi. Termasuk beliau seharunya menyesuaikan dengan presiden," tuturnya. 

Dia menyebut, Panglima TNI sebelum Hadi yang dari berbagai matra juga menggunakan PDH masing-masing. Termasuk, mantan Panglima TNI Djoko Suyanto yang dari TNI AU. 

"Dulu juga waktu Pak Djoko Suyanto pakai pakaian TNI AU waktu beliau jadi panglima. Begitu juga waktu Pak Widodo AS yang dari TNI AL. Juga Pak Agus Suhartono. Mereka pakai PDH juga," tandasnya. 

Editor:


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)