logo rilis

Komisi IX: Stok Vaksin Harus Dijaga
Kontributor
Elvi R
14 Januari 2018, 10:06 WIB
Komisi IX: Stok Vaksin Harus Dijaga
Siswa SMA Negeri 33 melakukan imunisasi vaksin Difteri di Cengkareng, Jakarta Barat. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Jakarta— Ketua Komisi IX DPR RI, Dede Yusuf menyatakan stok vaksin harus dijaga agar dapat memenuhi kebutuhan masyarakat saat Outbreak Respons Immunization (ORI). Disamping itu, untuk mencegah terjadi kelangkaan vaksin.

"Kita melihat dari sisi fasilitas dan sebagainya, kesanggupan dari Biofarma, kan produksi ini kan sebagian untuk kebutuhan dalam negeri sebagian lagi untuk ekspor. Nah, khusus untuk ORI ini maka yang diekspor ditahan dulu untuk kebutuhan nasional. Artinya ada jaminan dari BUMN dalam konteks ini Biofarma untuk menjaga stok vaksin", terang Dede dalam siaran pers yang diterima rilis.id, di Jakarta, Minggu (14/1/2018).

Dede pun menegaskan, dari sisi kualitas masyarakat tidak perlu ragu pada vaksin Indonesia. Produksi Biofarma sudah dijadikan center of excelent untuk menyuplai negara-negara Islam yang tergabung di dalam Organisasi Kesehatan Islam (OKI).

"Bahkan Arab Saudi pun mengambil dari Biofarma. Dari 57 negara OKI ada 7 yang memproduksi vaksin, tapi yang diakui WHO itu Biofarma. Dari situ saja kita sudah bisa melihat, vaksin ini aman bagi umat muslim", tandasnya.

Seperti diketahui, pemerintah menjamin ketersediaan vaksin untuk Kejadian Luar Biasa (KLB) Difteri cukup untuk stok nasional. Setidaknya pemerintah akan menyelenggarakan tiga kali putaran untuk ORI. Kegiatan ini dilakukan terutama di daerah yang terdampak KLB Difteri.


#DPR RI
#ORI
#Biofarma
#Vaksin
Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)