logo rilis
Komisi IV Takjub dengan Tanaman Cabai di Kulon Progo
Kontributor
Fatah H Sidik
12 Mei 2018, 21:28 WIB
Komisi IV Takjub dengan Tanaman Cabai di Kulon Progo
Panen cabai di Desa Bugel, Kecamatan Panjatan, Kulon Progo, Yogyakarta, Jumat (11/5/2018). FOTO: Humas Kementan

RILIS.ID, Kulon Progo— Anggota Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Hariyadi, takjub dengan capaian produksi cabai di Kulon Progo, Yogyakarta. Sehingga, petani mendapatkan keuntungan ratusan juta dari tiap satu hektare lahan.

"Petani cabai di Bugel, Panjatan ini, bisa mendapat keuntungan kurang-lebih Rp125 juta per hektare, dengan produksi rata-rata 10 ton per haktare dengan harga Rp20 ribu per kilogram. Ini luar biasa," ujarnya saat panen cabai di Desa Bugel, Kecamatan Panjatan, Kulon Progo, Jumat (11/5/2018).

Titiek Soeharto, sapaannya, meminta pemerintah menjadikan budi daya cabai di Kulon Progo sebagai pilot dan direplikasi. "Karena mengoptimalkan lahan pasir dengan sistem pengairan sumur pantek dan sumur dangkal," tambah politisi Partai Golkar ini.

Tanaman cabai di Desa Bugel berada di atas lahan berpasir. Agar tanaman tumbuh subur, petani mengairi lahan menggunakan air dari sumur pantek dengan sistem irigasi selang. Mereka juga memakai pupuk kandang 30-40 ton per hektare. Produktivitasnya mencapai 15-17 ton per hektare.

Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Ditjen Hortikultura, Prihasto Setyanto, pada kesempatan sama meminta, petani menerapkan konsep ramah lingkungan. "Supaya produktivitas terjaga," jelasnya.

Cabai merupakan salah satu komoditas andalan Kulon Progo. Produksinya pada 2017 mencapai 20.184 ton dengan luas tanam 1.939 hektare. Pemerintah setempat menargetkan produksi 2018 sebesar 18.543 ton dengan luas tanam 2.050 hektare.

Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Gisik Pranaji, Sukarman, menerangkan, dirinya selaku petani andalan Ditjen Hortikultura (champion) mengatur manajemen tanam secara ketat. Dengan begitu, ada pertanaman tiap bulan dan pasokan terjaga sepanjang tahun.

"Pantaun kami di lapangan, diperkirakan produksi cabai merah keriting bulan mei 45 ton dengan produksi rata-rata 8-10 ton per hari," katanya. Cabai itu didistribusikan ke Pasar Induk Kramatjati Jakarta, Palembang, dan Jambi.

Sukarman menambahkan, harga cabai di tingkat petani sedang bagus Rp20 ribu-Rp21 ribu per kilogram. Sehingga, mendorong poktan meningkatkan luas tambah tanamannya. "Kami siap memasok dan mengamankan wilayah Jabodetabek menjelang puasa dan Lebaran Idul Fitri," ucap dia.


500
komentar (0)