logo rilis

Komisi III Sayangkan Hakim Artidjo Pensiun
Kontributor
Tari Oktaviani
23 Mei 2018, 10:00 WIB
Komisi III Sayangkan Hakim Artidjo Pensiun
ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafiz Faza.

RILIS.ID, Jakarta— Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Arteria Dahlan, menyayangkan Hakim Agung Artidjo Alkostar sudah pensiun. Pasalnya, dalam memutus perkara, Artidjo dinilai menjadi sosok hakim yang paling berani dan adil.

"Beliau salah satu aset bangsa yang mampu menjadi pengadil yang sangat baik. Memperlihatkan wujud dan karakter serta watak kekuasaan kehakiman yang sesungguhnya. Keadilan tidak hanya dipresentasikan dari besaran hukuman, melainkan juga melalui pertimbangan hukum dalam putusan," katanya, Jakarta, Rabu (23/5/2018).

Ia mengatakan, seharusnya para hakim tidak berhenti lantaran batas umur. Melainkan harus dilihat dari segi profesionalisme. Sebab ia yakin makin lama seorang hakim mengadili maka makin profesional juga dalam mengutus perkara.

"Saya pribadi sangat tidak sependapat terkait dengan masa jabatan hakim Agung. Parameternya bukan di usia, tapi harusnya pada kecakapan selama menjalankan profesi hakim. Semakin lama dia menjadi hakim justru putusannya semakin baik, arif dan bijaksana," ungkapnya.

Kendati begitu ia meyakini jajaran Mahkamah Agung akan mencari pengganti Artidjo dengan sosok yang juga profesional dan berkredibel.

"Saya yakin walau kita kehilangan, insya Allah akan ada hakim pengganti yang lain yang akan meneruskan kerja baik beliau, Mahkamah Agung kan saat ini tengah berubah ke arah yang lebih baik, mereka bermetamorfosa demi kemaslahatan umat," tuturnya.

Diketahui Hakim Agung Artidjo pensiun lantaran umurnya sudah mencapai batas di aturan UU MA. Berdasarkan UU Mahkamah Agung, hakim agung diberhentikan dengan hormat saat menginjak usia ke-70. Oleh sebab itu, Artidjo menginjak usia ke-70 pada Selasa (22/5) kemarin.

Selama 18 tahun menjadi hakim agung, Artidjo membuat putusan yang dinilai berani oleh masyarakat. Ia termasuk salah satu hakim yang ditakutkan oleh para koruptor.

Editor:


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)