logo rilis
Komisi III DPR Dorong Pembentukan Satgas dan Tim Investigasi Uang Palsu
Kontributor
Taufiqurrohman
28 Maret 2018, 15:57 WIB
Komisi III DPR Dorong Pembentukan Satgas dan Tim Investigasi Uang Palsu
Ahmad Sahroni (kanan), bersama Ketua DPR RI dan Panglima TNI. FOTO: RILIS.ID/Taufiqurrohman

RILIS.ID, Jakarta— Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Ahmad Sahroni, mendorong dibentuknya Satuan Tugas dan Tim Investigasi Peredaran Uang Palsu oleh Polri dan Kejaksaan.

Sahroni memandang, hal itu penting dilakukan mengingat peredaran uang palsu atau upal masih marak ditemukan.

Sahroni menekankan, peredaran uang palsu secara tidak langsung dapat mengganggu perekonomian, khususnya bagi masyarakat tak mampu yang menjadi korban. Terlebih, uang palsu umumnya beredar di pasar atau warung-warung tradisional dengan market masyarakat menengah ke bawah.

“Peredaran uang palsu sangat meresahkan. Bagi masyarakat kurang mampu bahkan bisa mengganggu perekonomian mereka bila menjadi korban,” ucap Sahroni melalui keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (28/3/2018).

Hal lain yang harus menjadi perhatian serius menurutnya adalah, potensi meningkatnya peredaran upal seiring dengan digelarnya pilkada serentak tahun ini dan akan berlangsungnya Pileg dan Pilpres 2019.

Politisi Partai NasDem ini mengkhawatirkan kerentanan money politics, akan dimanfaatkan oleh sindikat upal untuk menyebar hasil kejahatannya ke masyarakat.

“Ini harus menjadi perhatian serius, bukan tidak mungkin sindikat upal menyusup ke momentum Pilkada dan Pileg-Pilpres serentak. Polri dan kejaksaan harus mengantisipasi sejak dini dengan membentuk Satgas dan Tim Investigasi,” tegas Sahroni.

Selain itu, Sahroni juga menekankan pentingnya investigasi dilakukan di tubuh Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia (Perum Peruri). 

“Selain untuk memastikan tidak adanya oknum terlibat dalam sindikat uang palsu, langkah ini sekaligus untuk meyakinkan masyarakat akan keamanan percetakan uang negara kita,” kata Sahroni.

 


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)