logo rilis
Komisi Eropa Denda Google US$2,7 Miliar
Kontributor

27 Juni 2017, 23:01 WIB
Komisi Eropa Denda Google US$2,7 Miliar


RILIS.ID, Jakarta— Perusahaan teknologi informasi global, Google, mendapat denda dari Komisi Eropa senilai US$2,7 miliar atau 2,42 miliar Euro.

The Telegraph merilis, penalti tersebut merupakan denda terbesar yang pernah diberikan Komisi Eropa. Nilai tersebut juga dua kali lipat dari nilai denda yang jatuhkan kepada Intel pada 2009.

Komisioner European Competition Margrethe Vestager mengatakan Google telah melanggar aturan kompetisi Uni Eropa dengan mengeksploitasi mesin pencari daring untuk mempromosikan layanan belanja daring dan mengorbankan situs perbandingan harga lainnya.

"Google menyalahgunakan dominasi pasarnya sebagai search engine dengan mempromosikan layanan perbandingan harga miliknya dalam hasil pencarian dan mengorbankan kompetitornya," ujar Vestager.

Dengan keputusan tersebut, Google memiliki waktu 90 hari untuk menghentikan pelanggaran terhadap regulasi Uni Eropa. Apabila tidak, Google bakal menghadapi denda yang nilainya dapat mencapai miliaran euro.

Denda tersebut merupakan hasil investigasi Uni Eropa yang telah berlangsung selama tujuh tahun. Penyelidikan bermula pada 2010 dan Google telah menghadapi tuntutan resmi sejak 2015 dan 2016. Google pun telah berulang kali membantah tuduhan menghambat kompetitor.

"Yang Google lakukan adalah ilegal dan melanggar aturan antimonopoli Uni Eropa. Google menghambat perusahaan lain untuk berkompetisi dan berinovasi. Yang paling penting, Google membuat konsumer Eropa kehilangan peluang untuk memilih layanan jasa dan mendapatkan keuntungan dari inovasi," paparnya.

Mendapati putusan Komisi Anti Monopoli Uni Eropa itu, Google berencana mengajukan banding. "Kami dengan hormat tidak setuju dengan kesimpulan yang diumumkan hari ini. Kami akan meninjau kembali keputusan Komisi secara rinci saat kami mempertimbangkan banding, dan kami berharap dapat memenangkan kasus kami," penasihat umum Google, Kent Walker, mengatakan dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip dari Reuters, Selasa (27/6/2017).


#Google
#Komisi Eropa
#Persaingan Usaha Tidak Sehat
Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)


2020 | WWW.RILIS.ID