logo rilis
Koalisi Pilkada Tak Bisa Jadi Patokan Pilpres 2019
Kontributor
Zulhamdi Yahmin
13 Januari 2018, 21:21 WIB
Koalisi Pilkada Tak Bisa Jadi Patokan Pilpres 2019
Pengamat politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Siti Zuhro (kanan). FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Jakarta— Partai politik dinilai menjadikan momentum Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2018 sebagai persiapan membangun koalisi pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. Tapi, diyakini sulit bertahan hingga tahun depan.

"Partai-partai berupaya membangun koalisi yang bisa dijadikan modal membangun koalisi untuk 2019. Tapi, tampaknya tidak mudah," ujar pengamat politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Siti Zuhro, kepada rilis.id di Jakarta, Sabtu (13/1/2018).

Partai yang bertarung dalam pilkada, jelasnya, justru lebih mengedepankan kepentingannya masing-masing dibanding menyatukan visi saat mengusung kandidat tertentu. Mereka bersatu kala suatu format yang ada disepakati bersama.

"Tapi, kadang pula kocar-kacir masing-masing. Akhirnya, mendukung pasangan-pasangan calon yang ada, meskipun bisa jadi belum tentu sreg dengan partai pendukungnya," katanya.

Dengan demikian, yakin Wiwiek, sapaannya, meyakini koalisi yang terbentuk pada Pilkada 2018, tak bisa menjadi patokan dalam Pilpres 2019 mendatang. "Soliditas koalisi sangat sulit terjaga. Komitmennya sangat lemah, sehingga fragile," pungkasnya.


#Pilkada 2018
#Pilpres 2019
#Siti Zuhro
#LIPI
#Partai Politik
500
komentar (0)