logo rilis
KKP Apresiasi Penangkapan Kapal Pembawa 50 Ton Bahan Bom Ikan
Kontributor
Syahrain F.
28 April 2018, 16:03 WIB
KKP Apresiasi Penangkapan Kapal Pembawa 50 Ton Bahan Bom Ikan
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Jakarta— Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengapresiasi keberhasilan Polri menangkap kapal pembawa 50 ton amonium nitrat.

Dia juga mengatakan, kapal ikan yang melakukan aktivitas merusak dapat segera diberantas.

"Bayangkan kalau 50 ton itu digunakan untuk meledakkan karang-karang, seperti apa?" tanya Menteri Susi dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Sabtu (28/4/2018).

Sebanyak 50 ton amonium nitrat yang dibawa oleh kapal KLM Motor Eka Putri itu diduga akan digunakan sebagai bahan baku pembuatan bom ikan.

Kapal KLM Motor Eka Putri ditangkap oleh Tim Gabungan Kepolisian Resort (Polres) Kepulauan Selayar dan Satpolair di Perairan Jampea, 50 mil dari Pelabuhan Benteng Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, Kamis (26/4) sekitar pukul 08.00 waktu setempat.

"Walaupun sebetulnya jumlah ini sangat kecil dibandingkan yang ada dan beredar setiap waktu, tapi ini merupakan awal yang sangat luar biasa," ungkap Menteri Susi.

Menteri Kelautan dan Perikanan mengingatkan, amonium nitrat adalah bahan pupuk yang sering digunakan oleh nelayan pelaku penangkapan ikan yang merusak untuk menangkap ikan karang.

Setiap 250 gram zat tersebut dapat memiliki daya rusak hingga seluas 5,3 meter persegi.

"Dan itu setiap waktu terjadi sekarang, bertahun-tahun. (Tujuannya) untuk menangkap ikan tetapi yang dihancurkan luar biasa. Ini sudah saatnya kita bersama-sama untuk memerangi," tegas Susi.

Sementara itu, Direktur Pemantauan dan Armada Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) KKP Gunaryo mengungkapkan, sepanjang periode 2009-2017, 541 ton bahan baku pembuat bom telah digagalkan.

Keberhasilan itu menurutnya berkat kerja sama yang baik antara Polisi Air, TNI AL, Bakamla, PSDKP KKP, dan masyarakat sekitar.

"Pengaduan masyarakat sangat penting artinya bagi pemerintah untuk ditindaklanjuti dengan mengecek ulang dan melakukan pengawasan di lapangan," kata Gunaryo.

Ia mengemukakan, tidak hanya penyelundupan bahan pembuat bom ikan, berbagai kejahatan pencurian ikan, bongkar muat di tengah laut, penyelundupan narkotika, hingga perdagangan manusia berhasil digagalkan berkat laporan masyarakat.

Sumber: ANTARA


500
komentar (0)