logo rilis
Kitra Kritisi Keseriusan Pemerintah Sejahterakan TNI-Polri
Kontributor
Fatah H Sidik
20 April 2018, 17:43 WIB
Kitra Kritisi Keseriusan Pemerintah Sejahterakan TNI-Polri
Diskusi mingguan Kitra dengan tema "Mengapa Gaji TNI-Polri Harus 50 Juta per Bulan?" di Kafe Nusantara, Yogyakarta, Kamis (19/4/2018). FOTO: Dok. pribadi

RILIS.ID, Jakarta— Koalisi untuk Kesejahteraan TNI-Polri (Kitra) ragu pemerintah menyejahterakan aparat pertahanan dan keamanan nasional. Sebab, sampai kini gaji personel TNI dan Polri di bawah Rp50 juta per bulan.

"Pemerintah mampu membayar gaji Rp50 juta per bulan. Persoalannya pada political will pemerintah, mau atau tidak sejahterahkan rakyat yang bekerja sebagai abdi negara," ujar Koordinator Nasional Kitra, Muhammad Riada, di Jakarta, Jumat (20/4/2018).

Dirinya berkeyakinan, pemerintah mampu menaikkan gaji TNI-Polri hingga Rp50 juta per bulan, lantaran kekayaan alam melimpah. Bahkan, menurut perhitungannya, hasil sumber daya alam (SDA) itu mampu membiayai beberapa negara maju.

Dadang, sapaannya, mengingatkan, belum sejahteranya Anggota TNI-Polri bakal berdampak signifikan dan merembet pada hal-hal lain. "Bila TNI-Polri saja secara sengaja ditelantarkan dan dimiskinkan, maka bagaimana mungkin menagih kewajiban negara melindungi buruh, tenaga medis sukarela, dan tenaga honorer," jelasnya.

Karenanya, dia mendesak Presiden Joko Widodo segera meningkatkan pendapatan TNI-Polri. Apalagi, hal itu sesuai dengan Nawacita. "Menunda realisasi janji Nawacita, sama saja mempercepat bencana kemanusiaan," tegasnya.

Sementara, Direktur Riset Kitra, Hasan Sufyan, menyatakan, gagasan pihaknya soal gaji TNI-Polri Rp50 juta per bulan memiliki landasan konstitusional. "Gerakan Kitra ini cukup gila dan menggelitik, sehingga layak diperdebatkan secara ilmiah dan menjadi diskusi gerakan," katanya.

Dia menambahkan, kajian tersebut dilakukan Kitra sejak lama, sehingga sangat realistis. "Mereka orang-orang terbaik yang dipilih oleh negara, bertaruh nyawa demi negara dan bangsa," pungkas Uppi, nama panggilannya.


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)