logo rilis

Kisah Sir William Henry Perkin dan Warna Ungu
Kontributor
Ning Triasih
12 Maret 2018, 12:22 WIB
Kisah Sir William Henry Perkin dan Warna Ungu
Tampilan Google doodle, Senin (12/3/2018). FOTO: Screenshot Google

RILIS.ID, Jakarta— Jika membuka laman mesin pencarian Google hari ini, Senin (12/3/2018), Anda akan melihat ilustrasi sosok pria tengah berdiridi di depan sekelompok orang. Menariknya, dalam ilustrasi tersebut, hampir semua orang memakai busana bernuansa ungu. Bahkan, tulisan "Google" pun diwarnai. Ada apa dengan ungu?

Rupanya, hari ini Google tengah merayakan ulang tahun Sir William Henry Perkin ke-180. Tahukah Anda siapa dia?

Melansir dari laman Google, Sir William Hanry Perkin merupakan seorang ahli kimia asal Inggris yang menemukan pewarna sintetis ungu tanpa disengaja. Pewarna tersebut merupakan residu larutan kimia yang tengah coba dibersihkan Perkin dengan alkohol saat bersih-bersih laboratorium usai melakukan eksperimen untuk membuat quinine (obat malaria) sintetis pada 1856.

Rupanya, sisa noda itu justru meninggalkan warna ungu terang. Perkin kemudian menguji warna tersebut. Hasilnya, warna itu bisa digunakan sebagai pewarna pakaian yang tahan lama.

Perkin kemudian dengan sengaja mencari cara menciptakan dan memproduksi zat warna yang bisa digunakan untuk mewarnai kain. Saat itu, kain harus diwarnai dengan zat alami mahal dan tak bisa dipakai dalam jumlah banyak. Terciptalah pewarna ungu yang dinamai  “mauveine”.

Warna ungu

Pada masanya, ungu adalah warna langka dan banyak dicari karena berkesan aristokrat. Namun, berkat Perkin, ungu menjadi warna yang merakyat dan mudah digunakan sebagai pewarna pakaian.

Produksi mauveine-nya pun laku keras dan melahirkan tren warna ungu di dunia fashion ketika itu. Tak hanya masyarakat biasa, bahkan Ratu Inggris Victoria memakai gaun ungu diwarnai mauveine saat berada di Royal Exhibition tahun 1862.

Sejak penemuan Perkin, pewarna sintetis lain kemudian mulai bermunculan, seperti fuchsine, safranine dan induline. Sayang, pria kelahiran 12 Maret 1838 ini dipanggil Sang Pencipta pada 1907 setelah melawan pneumonia, penyakit infeksi pada paru-paru. Perkin dimakamkan di Harrow. Ketiga anaknya mengikuti jejaknya sebagai ahli kimia.


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)