logo rilis
Kisah Jenderal Sudirman, Panglima TNI Terbaik Mati Muda karena TBC
Kontributor
Ning Triasih
05 Oktober 2018, 19:05 WIB
Kisah Jenderal Sudirman, Panglima TNI Terbaik Mati Muda karena TBC
Patung Panglima Besar Jenderal Sudirman. FOTO: Instagram

RILIS.ID, Jakarta— Tentara Nasional Indonesia (TNI) telah banyak mengalami pergantian pemimpin. Namun, dari sekian banyak Panglima TNI dari masa ke masa, ada satu sosok yang selalu melekat di hati. Dialah Jenderal Sudirman.

Ya, Jenderal Soedirman merupakan panglima besar TNI pertama. Ialah panglima terbaik sepanjang sejarah. Kemerdekaan yang dinikmati Indonesia kini adalah hasil perjuangannya.

Jenderal Soedirman sangat dihargai dan dihormati Presiden Soekarno. Itulah mengapa sang presiden menjadikannya tangan kanannya dalam berjuang menyelamatkan Tanah Air dari Belanda kala itu. Pria kelahiran 24 Januari 1916 ini berjuang mati-matian mempertahankan Indonesia terus merdeka dan diakui dunia.

Dari beragam prestasi dan pencapaiannya selama berkecimpung di dunia militer, Perang Gerilya yang dilakukannya adalah yang paling fenomenal dan bersejarah. Perang Gerilya adalah suatu taktik perang yang dilakukan secara sembunyi dan berpindah-pindah.

Kala itu, ia rela menempuh jarak ratusan kilometer demi menyusun strategi perang terbaiknya melawan Belanda dan sekutu. Strategi-strategi perang yang dibuatnya pun tak sia-sia. Jenderal Soedirman akhirnya memberikan keuntungan bagi Indonesia.

Jenderal Soedirman dengan Perang Gerilyanya mampu membuat Belanda kocar-kacir. Siapa sangka, Indonesia yang selalu diremehkan ternyata mampu membuat strategi sehebat itu. Alhasil, pada 27 Desember 1949, Belanda secara resmi mengakui kedaulatan Indonesia.

Namun sayang, belum lama menikmati kemerdekaan berkat kerja kerasnya, Sang Jenderal keburu dipanggil Sang Pencipta. Ia meninggal sebulan pasca Indonesia diakui kedaulatannya.

Jenderal Soedirman meninggal di usia yang terbilanng masih cukup muda, 34 tahun. Ia wafat pada 29 Januari 1950 karena penyakit keras yang dideritanya.

Jenderal Soedirman menderita TBS. Rupanya, penyakit ini telah diidapnya saat ia melakukan serangan Gerilya. Kondisinya saat itu bahkan terbilang parah hingga membuat paru-parunya rusak.

Namun, meski tahu tengah sakit parah, semangatnya tak pudar. Ia tetap berjuang demi membuat negeri ini merdeka dan diakui dunia. Hingga akhirnya, di tengah kesakitannya, Tuhan memanggilnya.

Jenderal Sudirman memang telah tiada. Namun, jasa-jasanya terhadap negeri tak pernah terlupakan.

 




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID