logo rilis
Kira-kira, Ini Tujuan Amien Rais 'Nyapres'. Politis Banget!
PENULIS : Tari Oktaviani , Zul Sikumbang
11 Juni 2018, 15:56 WIB
Kira-kira, Ini Tujuan Amien Rais 'Nyapres'. Politis Banget!
Amien Rais. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Jakarta— Ketua Umum PKS, Sohibul Iman, mengusulkan agar PAN menyiapkan sejumlah kandidat capres. Jadi, tak cuma terpaku pada nama Ketua Majelis Kehormatan PAN, Amien Rais.

"Bagusnya PAN mencalonkan minimal 4 capres/cawapres, misal Amin Rais, Hatta Rajasa, Sutrisno Bahir, dan Zulkifli Hasan," katanya, Jakarta, Senin (11/6/2018).

Nama-nama tersebut, menurut dia, mumpuni sebagai capres yang diusung dari PAN. Selain itu, sikap Amien yang tiba-tiba maju sebagai calon adalah langkah politik yang biasa.

"Menurut saya sih bagus, makin banyak calon makin bagus buat rakyat. Enggak ada masalah, kita hormati hak siapapun untuk mencalonkan. PKS saja punya 9 capres/cawapres," tutupnya.

Sebelumnya, mantan Ketua Umum PAN Amien Rais dalam acara buka bersama di kediaman Ketua MPR Zulkifli Hasan melontarkan keinginannya untuk "nyapres" di 2019 nanti.

Politisi PDI Perjuangan, Hendrawan Supratikno, mengatakan bahwa sikap ini sekadar untuk menaikkan  posisi tawar PAN agar Prabowo Subianto memilih orang PAN sebagai cawapres, bukan memilih PKS.

"Bisa saja Pak Amien menyatakan siap jadi calon supaya posisi tawar PAN naik. Ini kan PAN dan PKS lagi berebut untuk menjadi cawapres Pak Prabowo," tambah dia.

Meski demikian, anggota Komisi XI DPR RI itu menyambut baik majunya Amien Rais sebagai capres. Usia, kata Hendrawan, tidak menjadi soal.

“Demokrasi tuh yah membuat sesuatu yang tidak mungkin menjadi mungkin. Itu sebabnya Muhathir Mohammad 92 tahun yah toh, di Afrika Selatan Nelson Mandela keluar dari penjara bisa menjadi presiden pada usia yang tua gitu yah. Jadi tidak ada masalah,” kata dia.

Yang perlu dilakukan Amien, sambung dia, adalah meyakinkan ketua-ketua umum parpol bahwa dirinya laik jual.

"Pak Amien minimal menggalang dukungan dari 3 parpol, syukur-syukur 4. Nah kalau Pak Amien bisa dapat dukungan itu boleh-boleh saja maju. Nanti kita lihat rakyat yang akan menentukan," pungkas Hendrawan.
 

Editor: Andi Mohammad Ikhbal


500
komentar (0)