logo rilis

Kini Ambil Air Hanya Lima Langkah di Desa Batujala
Kontributor

13 Mei 2018, 08:30 WIB
Kini Ambil Air Hanya Lima Langkah di Desa Batujala
Sumu Bor Bantuan Kementerian ESDM. FOTO: Humas ESDM

RILIS.ID, Makassar— Hamparan sawah bekas panen menyisakan warna coklat tanah sejauh mata memandang. Sesekali ilalang dan pohon aren menyembul di sudut-sudut pematang. Teriakan anak-anak kecil berlarian sahut-menyahut, serasi dengan suara kokok ayam dan burung yang berdatangan.

"Ini kita ya selesai panen, kalau kemarin hijau semua disini sawah-sawah itu, ada padi, jagung, kacang juga sayuran," ujar nenek berkerudung jingga saat berkeliling di Desa Batujala Kecamatan Bontoramba, Jeneponto, Rabu (9/5/2018), sesaat sebelum Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) datang ke desa tersebut, meresmikan 15 sumur bor air tanah yang dibangun di Provinsi Sulawesi Selatan.

Nenek yang kemudian mengenalkan diri bernama Sandi Daeng Bau itu bercerita, Desa Batujala ini tanahnya sangat subur, cocok ditanami berbagai jenis tanaman pangan. Sayangnya, sumber air bersih sulit sekali ditemukan.

"Saya dulu susah sekali kita cari air toh, jauh dari sana angkat ke rumah," ujar Nenek Daeng (begitu ia minta dipanggil), sambil menunjuk ke atas perbukitan di belakang rumahnya.

Mengikuti tangan Nenek Daeng, tampak jalan setapak menuju atas bukit. Jarak dari rumah Nenek Daeng menuju sumber air di bukit itu sekitar 1,5 km, biasa ditempuh Nenek Daeng dengan berjalan kaki. Satu jerigen besar atau dua jerigen kecil sekali angkut. "Kalau anak-anak sini toh biasa ambil air dengan motor, ada dengan kuda juga," ujar Nenek yang sehari-hari membantu pekerjaan sawah tetangganya tersebut.

Hadirnya sumur bor di dekat sawah, yang hanya "lima langkah" dari rumah pun seakan menjadi anugerah bagi Nenek Daeng. "Jadi sekarang alhamdulillah ambil air dari sana (sumur bor). Sekarang enak, sekarang dekat sekali. Dulu di atas (bukit) tiap hari ambil air di sana. Dulu dari pagi subuh jam 4 ambil air. Sampai ember penuh baru berhenti," ungkap Nenek Daeng berapi-api.

Ia juga mengungkapkan bila dulu tak hanya jauh untuk mengambil air, tetapi sesampainya di atas bukit pun warga harus mengantri. Banyak anak-anak terlambat sekolah karena ikut mengantri. "Sekarang sudah banyak itu keran, tidak antri lagi," lanjut Sang Nenek.

"Terima kasih Pak Menteri, alhamdulillah Desa Batujala dapat sumur bor, tak musti ke bukit lagi ambil air. Nanti boleh kami dikasih tambah lagi karena masyarakat disini banyak sekali," harap Nenek Daeng, mengakhiri pembicaraan kami siang itu, bersiap menyantap sop daging kuda yang telah disajikan di rumah kepala desa.


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)