logo rilis
Kinerjanya Diapresiasi, Panglima Hadi Dianggap Layak Dipertahankan
Kontributor
Zulyahmin
19 Oktober 2019, 21:15 WIB
Kinerjanya Diapresiasi, Panglima Hadi Dianggap Layak Dipertahankan
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto. FOTO: RILIS.ID

RILIS.ID, Jakarta— Mantan Ketua Komisi I DPR RI, Abdul Kharis Almasyari, mengapresiasi kinerja Marsekal Hadi Tjahjanto selama menjabat sebagai Panglima TNI. Selama kepemimpinan Hadi, menurutnya, penyerapan anggaran TNI mengalami peningkatan dari periode sebelumnya.

Hal itu diungkapkan Abdul Kharis karena dirinya bersama para anggota Komisi I DPR periode 2014-2019 sangat intens mengawasi kinerja TNI, termasuk soal penyerapan anggaran di institusi tersebut.

Bahkan, Abdul Kharis berani memberikan angka delapan untuk Hadi terkait kinerjanya yang mampu memaksimalkan penyerapan anggaran di TNI. Hal itu juga sudah dinyatakan Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

"Kalau dari situ, saya bisa kasih nilai delapan untuk Panglima Hadi," kata Abdul Kharis di Jakarta, Sabtu (19/10/2019). 

Adapun terkait kerusuhan yang terjadi di beberapa daerah di Indonesia beberapa waktu lalu, Abdul Kharis menilai hal itu merupakan kewengan kepolisian dalam hal menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. 

Menurut politisi PKS itu, pemerintah juga sudah menyatakan bahwa kerusuhan yang terjadi di sejumlah daerah, seperti Papua dan beberapa tempat lainnya merupakan gangguan kriminal, bukan soal kedaulatan. Untuk itu, TNI tidak bisa disalahkan atas terjadinya gangguan keamanan di sejumlah daerah tersebut. 

Selain itu, Panglima Hadi juga terus mendorong agar kesejahteraan prajurit TNI diperhatikan meskipun telah terjadi peningkatan uang lauk pauk. 

Peneliti Pusat Studi Politik dan Keamanan (PSPK), Nanang Suryana, memiliki pandangan yang sama atas keberhasilan Hadi memimpin institusi TNI.

"Marsekal TNI Hadi Tjahjanto saya kira berhasil memerankan secara baik perannya sebagai Panglima TNI," katanya.

Dia mencontohkan, dalam dinamika politik selama satu tahun terakhir, Panglima Hadi berhasil menjaga netralitas TNI sembari membangun relasi yang konstruktif dengan Polri.

Karena itu, dia menilai dalam konteks politik kenegaraan, posisi TNI dan Polri yang seperti itu sangat membantu Presiden Joko Widodo dalam menciptakan stabilitas keamanan dalam negeri.

Dia mengatakan, kinerja Hadi yang sangat positif dalam menjaga stabilitas keamanan, tetap dibutuhkan Presiden Jokowi di pemerintahannya yang kedua.

"Dan yang lebih penting, Hadi Tjahjanto memiliki chemistry dengan Presiden Joko Widodo. Prasyarat yang sangat dibutuhkan guna membumikan visi Presiden," katanya.

Nanang menilai, beberapa kebijakan yang diambil Hadi Tjahjanto menunjukan keberhasilannya dalam membawa TNI kepada khitahnya sebagai alat pertahanan negara.

Dia juga mengomentari bahwa secara kelembagaan, tantangan yang dihadapi TNI di tahun politik bukan hanya datang dari luar, namun juga dari keluarga besar seperti beberapa purnawirawan yang terjun ke politik praktis. Hal itu, menurutnya, tidak jarang seolah-olah berupaya menarik-narik TNI ke dalam pusaran politik praktis.

Dia juga menekankan bahwa tantangan yang dihadapi TNI adalah masuknya paham radikal dalam tubuh TNI. Hal ini, menurut dia, disikapi secara baik oleh Panglima Hadi dengan secara sigap melakukan upaya proteksi terhadap jajarannya.




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID