logo rilis
Kim Jong-un Tak Yakin dengan Komitmen Perdamaian AS
Kontributor
Syahrain F.
28 Mei 2018, 13:50 WIB
Kim Jong-un Tak Yakin dengan Komitmen Perdamaian AS
Pemimpin Korut Kim Jong-un tengah menyapa para prajurit ketika tengah menginspeksi rudal balistik jarak menengah Pukguksong-2. Credit: KCNA

RILIS.ID, Seoul— Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un berharap rencana pertemuan dengan presiden Amerika Serikat (AS) bulan depan dapat berhasil dengan sukses. Tetapi Kim belum yakin benar-benar dapat mempercayai Washington untuk mengadakan kesepakatan potensial, kata Presiden Korea Selatan, kemarin (27/5/2018).

Presiden Korsel Moon Jae-in membuat pernyataan itu dalam sebuah briefing setelah pembicaraan di perbatasan yang mengejutkan dengan Kim sehari sebelumnya. Saat itu pun menjadi pertemuan kedua mereka dalam sebulan, tetapi menjadi pertemuan antar-Korea yang keempat sejak tahun 2000.

"Ketua Kim Jong-un sekali lagi dengan jelas menegaskan komitmen kuatnya untuk menyelesaikan denuklirisasi," kata Moon.

"Apa yang masih belum pasti bagi Ketua Kim Jong-un adalah apakah dia dapat mempercayai janji AS untuk mengakhiri hubungan bermusuhan mereka dan menjamin keamanan Korea Utara setelah denuklirisasi," kata Moon dalam komentar yang disiarkan Yonhap News Agency.

Melansir Anadolu Agency, para pemimpin Korea sudah setuju untuk mengejar perdamaian dan denuklirisasi selama pertemuan puncak mereka pada tanggal 27 April lalu, yang terjadi beberapa bulan setelah adanya retorika agresif yang intens antara Pyongyang dan Washington.

Namun pembicaraan Trump-Kim yang direncanakan pada 12 Juni di Singapura hampir berantakan ketika rezim Korut kembali mengeluarkan pernyataan keras yang tampaknya muncul karena  ketidaksepakatan dengan AS atas desakan terakhir mengenai nuklir Pyongyang yang menyeluruh, dapat diverifikasi, dan tidak dapat diubah.

Pernyataan damai lebih lanjut dari Korea Utara pada Jumat membuat Trump mengumumkan kepada publik tentang pembatalan pertemuan puncak di Singapura, yang dijadwalkan sehari sebelumnya.

Meski begitu Moon memperingatkan bahwa Korea Utara dan AS masih harus menemukan beberapa kesamaan yang mendasar.

"Saya yakin pertemuan 12 Juni antara Korea Utara-AS akan terganggu atau berhasil tergantung pada seberapa berhasil [Korut dan AS] menyelesaikan tingkat negosiasi kerja sama mereka," kata Moon.

Sementara itu, outlet media resmi Pyongyang menyiarkan pembicaraan terbaru antar-Korea yang tampaknya mendemonstrasikan keinginan Utara untuk menghidupkan antusiasme lokal.

Kantor berita KCNA yang dikelola pemerintah Korea Utara melaporkan bahwa Kim "menyatakan keinginan tetapnya" tentang apa yang akan menjadi pertemuan yang belum pernah terjadi sebelumnya antara seorang pemimpin Korut dengan seorang presiden Amerika.


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)