logo rilis

Khotib Salat Ied Diminta Tak Selipkan Konten Politik saat Khutbah
Kontributor
Andi Mohammad Ikhbal
14 Juni 2018, 17:05 WIB
Khotib Salat Ied Diminta Tak Selipkan Konten Politik saat Khutbah
Ilustrasi ceramah Ustadz Abdul Somad. FOTO: RILIS Lampung.

RILIS.ID, Kupang— Ketua Majelis Ulama (MUI) Provinsi Nusa Tenggara Timur, H Abdul Kadir Makarim  meminta para khatib setempat salat Ied tak menyelipkan kepentingan politik ketika menyampaikan khotbah.

"Para khatib agar jangan bawa-bawa kepentingan politik dalam khotbah Hari Raya Idul Fitri" kata Abdul Kadir Makarim di Kupang, Kamis (14/6/2018).

Ia menjelaskan, hanya dalam hitungan hari setelah perayaan Idul Fitri, masyarakat NTT, termasuk umat Muslim, akan mengikuti pesta politik berupa pilgub serta pilbup di 20 kabupaten.

Untuk itu, Makarim meminta agar para khatib tidak menyelipkan kepentingan politik tertentu ketika menyampaikan khotbah perayaan Idul Fitri yang dilaksanakan pada Jumat (15/6/2018) besok.

Sebaliknya, kata dia, khotbah-khotbah yang disampaikan seharusnya berisikan hal-hal positif yang mendorong umat Islam untuk memperbaharui kualitas imannya dalam menjalani kehidupan antarumat beragama di tengah masyarakat.

"Sampaikanlah hal-hal tentang toleransi, bagaimana menjaga dan memelihara persaudaraan dan kerukunan yang selama ini sudah dijaga dengan cukup baik di NTT," katanya.

Makarim mengatakan, masa puasa yang dijalani umat Muslim di daerah itu selama bulan Ramadhan telah berlangsung aman dan penuh hikmat.

Untuk itu, lanjutnya, pada puncak bulan Ramadhan seharusnya menjadi momentum yang tepat para pemuka agama untuk mengajak semua umat agar terus menjaga silaturahmi, persatuan, dan saling menghargai antarumat beragama.

"Intinya jangan ada yang memanfaatkan perayaan suci umat Islam ini untuk menyelipkan informasi keberpihakan pada kepentingan politik tertentu, apalagi sampai mengajak umat untuk mendukung," katanya.

Sumber: ANTARA


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)