Home » Peristiwa » Nasional

Ketum PB HMI: Perjuangan Lafran Pane Harus Dilanjutkan

print this page Jumat, 10/11/2017 | 17:34

Lafran Pane (kedua kanan). FOTO: Istimewa

RILIS.ID, Jakarta— Pendiri Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Lafran Pane, resmi ditetapkan Negara sebagai Pahlawan Nasional. Keputusan tersebut dibacakan oleh Presiden RI Joko Widodo di Istana Negara, Kamis (9/11) kemarin.

Menanggapi hal itu, Ketua Umum Pengurus Besar (PB) HMI Mulyadi P Tamsir mengaku bersyukur. Menurutnya, hal tersebut adalah bentuk pengakuan negara atas jasa Lafran Pane secara personal, dan peran HMI secara kelembagaan bagi bangsa Indonesia.

"Hal tersebut juga menjadi kebahagiaan sekaligus menjadi amanah bagi kita untuk bisa terus menjadikan Prof. Drs. Lafran Pane sebagai teladan," ujarnya kepada rilis.id di Jakarta, Jumat (10/11/2017).

Mulyadi juga menyatakan, kewajiban bagi kader HMI ialah terus melanjutkan cita-cita, dan perjuangannya. Sekaligus menjadikan HMI sebagai wadah perjuangan untuk memberikan pengabdian terbaik bagi umat dan bangsa.

"Jika ayahanda Lafran Pane telah dianugerahi pahlawan nasional dengan mendirikan organisasi HMI, maka kini giliran kita menjadi pahlawan dengan selalu konsisten melanjutkan perjuangan beliau, menjadi pelopor, garda terdepan dalam perjuangan keumatan dan kebangsaan," pungkasnya.

Diketahui Lafran Pane, lahir di Padang Sidempuan, Sumatera Utara pada 5 Februari 1922. Pemberian gelar kepahlawanan kepada Lafran Pane mulai diusulkan tahun lalu oleh para kader HMI yang dipimpin langsung tokoh nasional Akbar Tandjung.

Dalam kepanitiaan kecil itu, total telah menggelar 27 kali seminar yang dilaksanakan di 27 Perguruan Tinggi di hampir seluruh wilayah Republik Indonesia untuk mengukuhkan dan mencari dukungan dari beberapa elemen masyarakat

Kemudian, Lafran Pane meninggal pada tanggal 25 Januari 1991 dimakamkan di Kota Yogyakarta. Semasa hidupnya Lafran mencurahkan pemikiran dan karyanya untuk Keislaman, ke-Indonesiaan dan kebangsaan.

Lafran juga tercatat menjadi pendidik di empat kampus di Yogyakarta yakni Universitas Islam Indonesia (UII), Universitas Gadjah Mada (UGM), IKIP yang sekarang menjadi Universitas Yogyakarta (UNY)serta IAIN Yogyakarta yang sekarang Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga (UIN Suka).

Penulis Tio Pirnando
Editor Eroby JF

Tags:

Lafran PaneMulyadi TamsirPB HMIHMI

loading...