logo rilis
Ketum PB HMI: Keliru, Papua Disebut Daerah Konflik
Kontributor
Yayat R Cipasang
05 Mei 2018, 21:02 WIB
Ketum PB HMI: Keliru, Papua Disebut Daerah Konflik
Ketua Umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) Respiratori Saddam Al Jihad. FOTO: RILIS.ID/Taufik

RILIS.ID, Jakarta— Ketua Umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) Respiratori Saddam Al Jihad mengatakan, Indonesia merupakan negara yang plural dan beragam, sebagaimana yang tertuang dalam sila ketiga Pancasila.

"Indonesia sebagai negara yang plural sangat kental dengan semangat pluralismenya. Keberagaman bangsa yang terkandung dalam sila ketiga Pancasila terlihat dalam kerukunan masyarakat di Provinsi Papua," kata Saddam dalam siaran pers yang diterima rilis.id di Jakarta, Sabtu(5/5/2018). 

Di tengah menguatnya isu SARA dan pelanggaran HAM di Papua, Saddam meyakini jika isu tersebut hanya ingin memperkeruh situasi kebangsaan di Indonesia.

"Saya kaget ketika datang ke Papua dan berinteraksi secara langsung dengan masyarakat di sini, mereka sangat harmonis dan akur, bahkan saya merasakan kedamaiaan di negeri cenderawasih ini," jelas Saddam.

Ketum PB HMI ini juga ingin meneguhkan ikon Papua sebagai negeri yang teduh dan penuh dengan cinta kasih. 

"Inilah yang tergambarkan dari negeri Papua dan Indonesia harus bangga atas kerukunan yang lahir di sini. Jika ada yang mengatakan ini daerah konflik, bagi saya itu keliru," terangnya. 

Saddam menambahkan, "Komitmen kebangsaan kita masih tetap sama, yaitu menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) agar tetap utuh dan kokoh, karena sejatinya Papua itu satu dalam bingkai keindonesiaan," pungkasnya.


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)