logo rilis
Ketua MPR: Konstitusi Harus Terus Menyesuaikan Tuntutan Zaman
Kontributor
Zulhamdi Yahmin
18 Agustus 2019, 11:00 WIB
Ketua MPR: Konstitusi Harus Terus Menyesuaikan Tuntutan Zaman
Ketua MPR RI Zulkifli Hasan. FOTO: RILIS.ID/Zulhamdi Yahmin

RILIS.ID, Jakarta— Ketua MPR RI, Zulkifli Hasan, mengatakan, konstitusi secara alamiah akan terus berkembang sesuai dengan dinamika dan kebutuhan masyarakat. Untuk itu, menurutnya, konstitusi yang ada harus dapat terus menyesuaikan dengan tuntutan zaman. 

Zulhas, sapaan akrabnya, menyampaikan hal itu saat memberikan sambutan dalam peringatan Hari Konsitusi di gedung Nusantara IV, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Minggu (18/8/2019).

"Terutama dalam menghadapi tantangan kehidupan bernegara," kata Zulhas. 

Ketua Umum PAN itu mengungkapkan, pada 1999 hingga 2002 MPR juga telah mewujudkan reformasi konstitusi Indonesia melalui Perubahan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945. Hal itu, lanjut dia, menjadi babak baru yang mengubah sejarah kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

"Perubahan ini memberikan landasan yang kuat bagi bangsa untuk mengatur dan menyelenggarakan kehidupan berbangsa dan bernegara serta mendukung penegakan demokrasi dan hak asasi manusia sesuai harapan rakyat dan semangat reformasi," ujar dia. 

Namun, menurut Zulhas, setelah 17 tahun berjalan, ternyata mulai dirasakan  masih ada ruang-ruang kosong dalam konstitusi. Menurutnya, hal itu karena penyelenggaraan kehidupan ketatanegaraan berjalan beriringan dengan dinamika perkembangan masyarakat.

"Perubahan Undang-Undang Dasar 1945  yang disebut sebagai revolusi ketatanegaraan turut dihadapkan pada perkembangan nilai-nilai masyarakat yang tumbuh dan berkembang, sehingga perlu menjadi pertimbangan untuk melakukan penyesuaian," jelas Zulhas. 

"Selain itu, keberhasilan reformasi konstitusi tidak menjamin bahwa apa yang dikehendaki oleh konstitusi dapat segera terwujud. Pada tingkat implementasi masih ditemukan adanya kekurangan dan bahkan ketidaksesuaian yang apabila dikaji secara mendalam bertentangan dengan nilai-nilai ideal yang terkandung dalam konstitusi," pungkasnya. 

Dalam kesempatan itu, hadir Wakil Presiden RI Jusuf Kalla, pimpinan dan anggota lembaga tinggi negara, serta sejumlah menteri Kabinet Indonesia Kerja. 




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID