logo rilis
Ketua DPR Imbau Capres Cawapres Kedepankan Etika Politik Bermartabat saat Kampanye
Kontributor
Nailin In Saroh
30 Januari 2019, 15:15 WIB
Ketua DPR Imbau Capres Cawapres Kedepankan Etika Politik Bermartabat saat Kampanye
Ketua DPR Bambang Soesatyo, FOTO: RILIS.ID

RILIS.ID, Jakarta— Ketua DPR RI Bambang Soesatyo mengimbau Calon Presiden (Capres) dan Calon Wakil Presiden (Cawapres) untuk tetap mengedepankan etika berkompetisi yang sehat dan bermartabat. Mengingat, pelaksanaan kampanye Pilpres 2019 akan semakin intensif sepanjang dua bulan ke depan. 

Menurut Bamsoet, sapaan akrabnya, elit politik wajib memberi gambaran kepada masyarakat tentang perilaku persaingan politik yang sehat bermartabat, lantaran budaya berdemokrasi Indonesia masih menjalani proses pendewasaan dan butuh pencerahan.

"Pencerahan dan contoh pembelajaran itu tentu saja sangat diharapkan dari aktor-aktor politik yang langsung maupun tak langsung terlibat dalam persaingan politik itu," ujar Bamsoet di Jakarta, Rabu (30/1/2019).

Bamsoet berharap, kedua tim sukses paslon juga selalu mengedepankan perilaku persaingan politik yang tertib. Sebab, pendidikan politik yang baik sangat penting bagi generasi muda. 

"Harap diingat bahwa berbagai elemen masyarakat, termasuk generasi milenial, selalu menyimak dengan seksama strategi masing-masing kubu dalam upaya meraih kemenangan. Dalam konteks itu, elit politik masa kini wajib memberi contoh yang baik kepada generasi milenial," jelasnya.

Bamsoet menilai, panggung kompetisi Pemilihan Presiden (Pilpres) menyedot perhatian dan energi berbagai lapisan masyarakat, termasuk generasi milenial. 

Namun kata dia, menuju Pilpres pada 17 April 2019, ruang publik telah dijejali dengan begitu banyak pernyataan. Seperti, sejumlah kasus dan perilaku yang sama sekali tidak etis, karena ketidakmampuan untuk berkompetisi dengan sehat dan bermartabat.

"Ada upaya sistematis menunggangi keawaman publik tentang pilihan politik dengan membangun sentimen yang sangat tidak relevan dengan hakikat politik itu sendiri," tukasnya.

"Ada juga upaya merusak akal sehat publik dengan menyebarluaskan berita bohong (hoaks), kritik atau kecaman yang tidak berlandaskan data resmi, hingga penghinaan kepada simbol negara," kata Bamsoet menambahkan.

Untuk itu, Bamsoet meminta agar para calon tidak terperangkap dalam model persaingan yang tidak bermartabat. Begitu juga dengan para elit politik. 

"Semua kritik yang proporsional memang wajib direspons untuk memperjelas duduk permasalahan setiap persoalan.  Namun, jika sekadar nyinyir, hendaknya tidak saling merespon agar ruang publik tidak gaduh," tandas Politisi Partai Golkar itu.




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID