logo rilis
Ketua DPR Apresiasi Kearifan TNI Hadapi Kapal Asing
Kontributor
Nailin In Saroh
30 April 2019, 11:00 WIB
Ketua DPR Apresiasi Kearifan TNI Hadapi Kapal Asing
Ketua DPR RI Bambang Soesatyo. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Jakarta— Ketua DPR RI Bambang Soesatyo mengapresiasi kearifan prajurit TNI Angkatan Laut (AL) yang  untuk kesekian kalinya mampu menahan diri dari tindakan provokasi kapal asing yang ingin melindungi pihak yang sedang melakukan pencurian ikan di perairan Indonesia.

“Tak hanya bersabar, tetapi prajurit TNI AL yang mengawaki  KRI Tjiptadi-381 juga menyelamatkan dan mengamankan 12 awak kapal pencuri ikan asal Vietnam yang tenggelam,” ucap Bamsoet, sapaan akrabnya di Jakarta, Senin, (29/4/2019).

Menurutnya, kasus ini memang harus dilihat sebagai tindakan penegakan hukum di wilayah perairan Indonesia oleh prajurit TNI AL yang mengawaki KRI Tjiptadi-381. “Tentu saja Prajurit TNI AL tidak boleh membiarkan pencurian ikan di wilayah perairan RI oleh nelayan atau kapal ikan dari negara lain,” tandasnya.

Bamsoet mengatakan, insiden kapal pengawas pantai Vietnam yang sengaja menabrak KRI Tjiptadi-381 di Laut Natuna Utara pada Sabtu (27/4/2019), berawal dari  saling klaim yang kemudian berujung pada salah pengertian. Bahkan menurutnya, ini bukan kasus pertama, tetapi pengulangan dari sejumlah kasus sebelumnya.

“Dan pada kasus-kasus sebelumnya, prajurit TNI AL pun pernah menghadapi provokasi dari pengawal pantai negara lain. Tak hanya pengawal pantai Vietnam, melainkan juga pengawal pantai dari negara lain di lingkungan ASEAN maupun dari luar ASEAN,” ujar politisi Fraksi Partai Golkar itu.

Ia juga menyatakan, kearifan dan kesabaran prajurit TNI AL yang mengawaki KRI Tjiptadi-381 membuktikan bahwa prajurit TNI sangat terlatih dan tahu bagaimana harus bersikap dan bertindak terukur untuk menghindari insiden diplomatik.

“Kapal pencuri ikan asal Vietnam, BD 979, tenggelam karena terjadi kebocoran. Namun prajurit TNI AL di KRI Tjiptadi-381 tidak membiarkan anak buah kapal (ABK) BD 979 ikut tenggelam. Mereka tetap ditangkap dan diamankan untuk menghadapi proses hukum di Indonesia,” pungkasnya.

Editor: Elvi R




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID