logo rilis

Ketua DPR Ajak Masyarakat Laksanakan Pemilu dengan Damai dan Gembira
Kontributor
Tari Oktaviani
16 Agustus 2018, 18:48 WIB
Ketua DPR Ajak Masyarakat Laksanakan Pemilu dengan Damai dan Gembira
Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo. FOTO: RILIS.ID

RILIS.ID, Jakarta— Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Bambang Soesatyo meminta agar pemilu 2019 berlangsung dengan damai dan tanpa saling menjatuhkan satu sama lain. Hal itu ia sampaikan dalam pidato HUT RI di Kompleks Parlemen hari ini, Kamis (16/8/2018).

"Menghadapi Pemilu serentak 2019, kami mengajak semua pimpinan partai politik, tokoh masyarakat dan seluruh elemen bangsa untuk melaksanakan pesta demokrasi secara damai dan gembira," katanya.

Tak hanya itu saja, ia juga mengajak agar semua pihak menjadikan Pemilu 2019 sebagai ajang adu program untuk mempercepat laju pembangunan agar pada usia 100 tahun kemerdekaan, Indonesia menjadi negara maju, modern, adil dan sejahtera, serta sejajar dengan bangsa-bangsa maju di dunia. Bukan sebaliknya, menimbulkan huru hara dan konflik antar pihak bersaing.

"Kita harus menjadikan Pemilu sebagai wahana yang mencerahkan. Berbeda tidak berarti berseteru, bersaing tidak berarti bermusuhan. Karena lawan politik bukanlah musuh yang harus dilenyapkan. Kita harus menempatkan persaingan sebagai seleksi demokrasi untuk menemukan pemimpin yang amanah dan dicintai oleh rakyat," ujarnya.

Pria yang kerap disapa Bamsoet ini mengatakan, pentingnya menjaga keteduhan politik satu sama lain. Salah satu caranya dengan memanfaatkan media sosial dengan sebaik-baiknya sehingga tak termakan isu-isu politik yang berbau SARA dan menyulut maraknya politik identitas. 

"Akibatnya, kebinekaan kita dalam bahaya. Semua orang cenderung menyatakan diri merasa paling benar. Kerukunan umat beragama justru dianggap tabu. Akal sehat dianggap nista. Karena itu, sudah saatnya, kita harus berani mengatakan secara tegas Selamat Tinggal Politik Identitas," tegasnya.

Tak sampai disitu, Bamsoet juga berharap agar masing-masing kubu di pilpres 2019 tidak saling merendahkan pasangan calon atau koalisi lawan. Ia pun meyakini jika dijalankan demikian maka nantinya akan mendapatkan Pemimpin negara yang amanah.

"Mari kita saling meninggikan pasangan calon masing-masing, dan jauhkan sikap saling merendahkan. Kita harus menciptakan persaingan yang fair dan demokratis serta menjunjung etika politik yang berkeadaban, sesuai dengan nilai-nilai Pancasila," harapnya.


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)