logo rilis
Ketika Puisi Ramadan Airlangga Hartarto Menjadi Viral
Kontributor
Kurniati
22 Mei 2018, 10:48 WIB
Ketika Puisi Ramadan Airlangga Hartarto Menjadi Viral
Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto dalam video puisi menyambut Ramadan. FOTO: Youtube

RILIS.ID, Jakarta— Ada yang unik dari aktivitas Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto pada Ramadan tahun ini.

Politisi yang juga Menteri Perindustrian itu mengucapkan selamat bulan puasa dengan membaca puisi sufi terkenal Rabi’ah Adawiyyah.

Video Airlangga membaca puisi ini pun beredar viral di aneka Whatsapp grup. Bahkan di Youtube, video ini dalam waktu 3 hari sudah ditonton oleh lebih dari 100 ribu orang.

Puisi Rabi’ah sangat dikenal karena ia mengembangkan cinta yang tulus kepada Allah, tanpa memperhitungan surga dan neraka. Ia hidup di tahun 700an, sekitar 1300 tahun yang lalu, di Kota Basrah, Irak masa kini.

Karena keistimewaannya, Adawiyah disebut sebagai Ibu Sufi Besar atau The Mother of Grand Master

Kisah hidup dan puisinya menarik banyak peneliti dunia, termasuk akademisi barat, Margareth Smith.

Berikut cuplikan puisi Rabi'ah yang dikutip Airlangga Hartarto: 

Jika aku menyembah-Mu karena inginkan surga, tutuplah pintu surga bagiku. 

Jika aku menyembah-Mu karena takutkan api neraka, cemplungkanlah aku ke dalam api neraka. 

Tapi jika aku menyembah-Mu karena cintaku pada-Mu, janganlah Kau tolak cintaku.

Menurut penggagas puisi esai, Denny JA, puisi yang dibacakan Airlangga Hartanto tersebut menjadi gejala publik yang rindu pemimpin menyitir puisi. 

"Karena ruang publik kita terlalu dipenuhi soal konflik politik atau tabel ekonomi," katanya di Jakarta, Selasa (22/5/2018).

Denny JA yang juga pendiri Lingkaran Survei Indonesia, mengatakan perlu lebih banyak puisi agar percakapan di ruang publik lebih filosofis, lebih mengajak renungan. 

"Bulan puasa sangat sesuai bagi para pemimpin untuk ikut membaca puisi," katanya mengapresiasi.

Di era awal kemerdekaan, sambung Denny, Bung Karno, Bung Hatta, Bung Syahrir sangat sering mengutip puisi dalam pidatonya. 

Bahkan, lanjutnya, Mohamad Yamin sendiri juga seorang penyair. 

Sementara di tingkat dunia, John F Kennedy dan Winston Churchill juga gemar mencitir puisi. Bahkan Mao Tse Tung juga menulis puisi.

"Publik merindukan lebih banyak pemimpin membaca puisi. Itu sebabnya mengapa video Airlangga Hartarto membaca puisi ramadhan menjadi viral," kata Denny JA.


500
komentar (0)