logo rilis
Ketika Kopi Jadi Manten di Blitar
Kontributor
Ning Triasih
07 Juli 2018, 22:01 WIB
Ketika Kopi Jadi Manten di Blitar
Manten Kopi di Kebun Kopi Karanganjar Blitar. FOTO: Instagram

RILIS.ID, Blitar— Pernikahan nyatanya tak berlaku untuk manusia saja, karena kopi juga bisa jadi manten. Seperti yang dilakukan pemilik Kebun Kopi Karanganjar di Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar, Jawa Timur.

Layaknya sepasang pengantin, biji kopi lanang (laki-laki) dan wadon (perempuan) dikirab menuju pelaminan alias pabrik dalam ritual acara tradisi Manten Kopi, Sabtu (7/7/2018).

Manten Kopi merupakan ritual atau agenda tahunan yang menandakan dimulainya musim produksi dan panen kopi. Acara ini digelar dengan harapan atau doa agar hasil panen kopi melimpah.

"Kami menggelar kegiatan ini untuk melestarikan budaya leluhur, sekaligus sebagai permohonan agar panen kopi kali ini bisa melimpah," kata Pengelola Kebun Kopi Karanganjar Wima Bramantya di Blitar, Sabtu (7/7).

Wima menambahkan, selain sebagai doa, ritual ini juga bertujuan untuk menarik wisatawan domestik maupun mancanegara ke daerah tersebut. Pasalnya, selain kebun kopi, dilengkapi pula berbagai fasilitas termasuk tempat menginap.

Ritual ini diawali dari depan Wisma Loji di area kebun. Rombongan pengiring manten juga membawa berbagai macam sesaji lengkap seperti bunga untuk ritual. Rombongan pengiring kemudian langsung menuju ke lokasi perkebunan.

Setelah tiba, sesepuh desa lalu meletakkan sesaji di bawah pohon kopi, membakar dupa dan kemenyan, serta memanjatkan doa. setelah itu, sesepuh desa lalu memotong dahan yang ditumbuhi banyak biji kopi kemudian dibungkus dengan kain berwarna putih. Selanjutnya, para pekerja juga langsung mengikuti sesepuh itu saat proses ritual, yakni dengan memetik kopi.

Ritual memetik kopi itu tak hanya diikuti pekerja, tapi juga wisatawan asing yang tertarik dengan proses ritual yang dianggap unik. Bahkan, mereka juga sempat memetik kopi. Seluruh hasil memetik kopi itu ditaruh ke dalam tempat yang terbuat dari bambu.

Kopi yang telah dipetik kemudian diarak menuju tempat pesanggrahan untuk diserahkan ke pengelola dan pemilik kebun kopi, sebagai simbol panen raya kopi telah dimulai.

Untuk diketahui, Kebun Kopi Karanganjar Blitar memiliki luas hingga 206 hektare. Rata-rata, hasil kopi yang ditanam oleh perusahaan bisa menghasilkan hingga 100 ton. Untuk penjualan, selain memenuhi pasar dalam dan luar negeri, kopi juga dikemas sendiri untuk dijual ke wisatawan yang berkunjung ke kebun tersebut.

 

A post shared by De Karanganjar Koffieplantage (@keboenkopikaranganjar) on Nov 29, 2017 at 4:32am PST

Sumber: ANTARA


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)