logo rilis

Ketika Emil Berbagi Pengalaman Mengatasi Masalah Pertanian di Trenggalek
Kontributor
Budi Prasetyo
20 April 2018, 01:12 WIB
Ketika Emil Berbagi Pengalaman Mengatasi Masalah Pertanian di Trenggalek
Emil Dardak dan Arumi Bachsin. FOTO: Instagram Emil Dardak

RILIS.ID, Jombang— Calon wakil gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, didapuk untuk berbagi pengalaman terkait keberhasilannya dalam mengatasi krisis pertanian, berupa anomali cuaca dengan musim hujan yang begitu panjang yang terjadi tahun 2016 di Trenggalek.

Keberhasilan ini, juga yang menghantarkan dirinya mendapatkan penghargaan, karena berhasil mengatasi krisis pertanian sekaligus menstabilkan angka pertumbuhan.

Saat menyampaikan pengalamannya di hadapan  fungsionaris Partai Amanat Nasional (PAN) Jombang, yang dihadiri langsung Ketua Umum m PAN, Zulkifli Hasan, Emil sempat menyitir hasil  studi ahli pertanian dari Boston Consulting Group.

Ada beberapa hal penting yang menjadi arah pertanian masa depan. Diantaranya otomatisasi, teknologi precision dan konsolidasi lahan. 

Untuk teknologi presision atau kemampuan memprediksi ini, Emil menyebut dirinya punya pengalaman unik di lapangan. Dia mengaku, sering mendapatkan pertanyaan dari para petani di Trenggalek, terkait komoditas apa yang harus ditanam saat musim tanam tiba di masa anomali. 

Dengan nada canda dan sambil tertawa, Emil menyebut dirinya seperti dukun saja. "Kulo nandur pari atau polowijo pak bupati (saya nanam padi atau palawija pak bupati)," kata Emil menirukan pertanyaan yang sering ia terima dari warganya itu, di Jombang, Kamis (19/4/2018).

Pertanyaan ini muncul, karena normalnya dua kali musim padi dan sekali musim tanam palawija. Ini tak bisa dilakukan karena musim hujan yang panjang.

Dari situ lanjut Emil, dia memutuskan, sebelum petani ini pusing dirinya langsung menghubungi pemerintah provinsi dan pusat untuk mengatur ulang pola distribusi pupuk.  

"Akhirnya  berhasil ditukar dengan daerah lain di Indonesia, yang tadinya pupuk palawija bisa diganti untuk sawah basah," urai suami Arumi Bachsin yang direspon serius para hadirin.

Hal lain yang disampaikan Emil, terkait pengendalian hama dengan langkah yang tepat serta membombardir hama tanaman dengan pestisida secara berlebihan. Emil juga menceritakan pengalaman menanggulangi hama keong sawah, dengan pola memberikan media tersendiri seperti bambu. 

"Perlu kesabaran, kita perlu semacam brigade penanggulangan hama dan jangan lupa banyak berdoa" tambahnya. 

Sebelum menutup paparan panjangnya, Emil lalu menyampaikan perlunya pengembangan sumber daya petani ke depan. Menurutnya, banyak yang bisa dilakukan.

Di antaranya, memberikan pendidikan nonformal kepada petani dengan melahirkan semacam sekolah lapang. Sekolah nonformal ini di antaranya, akan membahas soal fundamental dan praktis yang dihadapi petani di lapangan.   

Abdul Qodir, tokoh ormas Jombang usai pemaparan mengatakan, sosok Emil bukan saja punya kapasitas  secara teori namun punya pengalaman lapangan  yang mumpuni. 

"Melihat rekam jejak pendidikan maupun keberhasilan Mas Emil dalam pendidikan dan karier, saya meyakini sosok inilah yang tepat melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan di Jawa Timur," ungkap Ketua Majelis Dakwah Muhammadiyah Jombang tersebut dengan nada serius.

Editor:


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)