Home » Peristiwa » Dunia

Ketika Bu Menlu Bersyal Palestina

print this page Jumat, 8/12/2017 | 01:20

Menlu RI Retno Marsudi tengah menyampaikan cerita di balik syal bermotif Palestina yang ia kenakan pada konferensi internasional "Bali Democracy Forum 2017", di Indonesia Convention Exhibition (ICE), Tangerang Selatan, Banten, Kamis (7/12/2017). FOTO: RILIS.ID/Syahrain F.

RILIS.ID, Tangsel— Gelaran internasional Bali Democracy Forum 2017 (BDF) berlangsung sehari setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump resmi mengumumkan pemindahan Kedubes AS dari Tel Aviv ke Yerusalem, Rabu (6/12) kemarin.

Pengakuan AS atas kota yang dianggap suci bagi tiga pemeluk agama tersebut--Islam, Nasrani, dan Yahudi--memantik reaksi sejumlah pemimpin dunia, termasuk Indonesia.

Sebagaimana diketahui, Menlu RI Retno Marsudi merupakan salah satu pejabat pemerintah yang akhir-akhir ini aktif di berbagai forum menyuarakan kemerdekaan Palestina.

Ketika menghadiri BDF 2017, sesuatu yang ia kenakan mengusik awak media untuk menghampirinya. Ketika didekati, nampak Retno mengenakan syal dengan rajutan Masjid Al-Aqsha, simbol khas Kota Suci Yerusalem.

Di tengah kemarahan dunia Islam dan komunitas internasional, syal yang melekat di pundak Retno itu seakan menunjukkan pesan pertentangannya atas kebijakan baru AS di Yerusalem. Sebagian juga mengartikan Retno mengisyaratkan dukungan terhadap Palestina di hadapan delegasi-delegasi internasional.

Ketika diminta berpose dengan syal tersebut, Retno nampak bangga memamerkan pemberian istimewa dari kota Gaza itu.

Dengan antusiasnya Retno pun menceritakan latar belakang bagaimana ia mendapatkan syal yang tetap ia kenakan ketika memandu jalannya konferensi.

"Syal ini dibawa oleh orang Indonesia yang sudah hidup di Gaza selama beberapa tahun. Dia menjadi partner kita ketika ingin memberi bantuan ke sana," ungkap Menteri Retno, Kamis (7/12/2017).

Mantan Dubes RI untuk Belanda itu juga menceritakan bagaimana dirinya merasa memiliki kedekatan emosional dengan rakyat Palestina, khususnya kaum perempuan yang ditinggal syahid oleh orang-orang yang mereka cintai.

 

Syal yang ia kenakan itu, dibuat oleh tangan para ibu yang tinggal di kota padat konflik, Gaza.

"Salah satu bantuan dari Indonesia kita salurkan untuk para janda. Dan syal ini dibuat oleh para janda yang tinggal di Gaza. Mereka korban macam-macam. Janda...," tuturnya.

Selain dimaknai emosional, syal tersebut juga ia banggakan karena tekstur dan desainnya yang good, sebagaimana ia menggambarkan keindahan syal yang belakangan diketahui diberikan oleh aktivis Indonesia untuk Gaza, Abdillah Onim.  

"Ini handmade, and this is very good...," ucap Menteri Retno sambil memegang-megang syal tersebut.

Penulis Syahrain F
Editor Eroby JF