logo rilis
Ketika Anang 'Yes' Pengamat Musik 'No' soal RUU Permusikan
Kontributor
Ning Triasih
04 Februari 2019, 22:02 WIB
Ketika Anang 'Yes' Pengamat Musik 'No' soal RUU Permusikan
Anang Hermansyah. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Jakarta— Rancangan Undang-Undang (RUU) Permusikan yang turut dirumuskan musisi sekaligus anggota DPR Anang Hermansyah mendapat penolakan dari sejumlah pelaku industri musik, termasuk pengamat musik Wendi Putranto.

Wendi dengan tegas menolak dan mengatakan 'no' lantaran substansi yang terkandung dalam pasal-pasal di RUU tersebut bermasalah.

"Soal RUU Permusikan, kalau Mas Anang 'yes', kami 'no'," kata Wendi menirukan jargon Anang Hermansyah sewaktu menjadi juri ajang pencarian bakat, saat ditemui di Jakarta, Senin (2/2/2019) seperti diktip dari ANTARA.

Wendi tergabung dalam Koalisi Nasional Tolak RUU Permusikan, saat ini berisi lebih dari 200 musisi dan pelaku industri musik, jumlahnya diperkirakan akan terus bertambah.

Mereka menemukan setidaknya 19 pasal yang bermasalah dalam RUU tersebut, berpotensi membatasi dan menghambat proses kreasi serta kebebasan berekspresi. Wendi juga menilai dasar permasalahan dalam merumuskan undang-undang ini tidak aktual.

Rancangan Undang-Undang Permusikan, walaupun baru dalam bentuk rancangan yang belum diajukan pemerintah, menuai kontroversi di kalangan musisi karena dianggap membatasi kreasi dan kebebasan berekspresi.

Musisi merasa keberatan atas ketentuan-ketentuan yang dirumuskan dalam RUU tersebut, salah satunya adalah pasal 5 yang dianggap menghambat proses kreasi mereka.

Dalam pasal 5 RUU tersebut, disebutkan dalam proses kreasi dilarang, antara lain mendorong khalayak umum melakukan kekerasan, memuat konten pornografi, menistakan agama, memprovokasi ras atau golongan tertentu dan mendorong khalayak umum melakukan tindakan melawan hukum.

Para musisi berpendapat pasal tersebut multitafsir dan tidak ada standard ukuran yang jelas.




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID