logo rilis
Keseruan Selfie Bareng Ikan Nemo di Pulau Gili Ketapang
Kontributor
Budi Prasetyo
08 Maret 2018, 20:02 WIB
Keseruan Selfie Bareng Ikan Nemo di Pulau Gili Ketapang
Pengunjung dapat berfoto dengan ikan Nemo. FOTO: Istimewa

RILIS.ID, Probolinggo— Dua ikan kecil bercorak oranye dan putih itu terlihat berenang di atas karang. Keduanya lalu menjauh, dan bersembunyi di balik rimbunnya Anemon, ketika didekati seorang penyelam wanita berambut panjang. 

Meski begitu, dua ikan kecil itu tak sepenuhnya menghilang. Ketika difoto, ikan yang corak warnanya sangat terang itu terlihat berenang mendekat dan mondar-mandir di depan sang penyelam wanita. Seakan ingin ikut bergaya. 

Ya, itu adalah ikan Nemo yang ada di Pantai Gili Ketapang, sebuah pulau di pesisir utara Kabupaten Probolinggo. Ikan Nemo sendiri mengingatkan kita pada film animasi Finding Nemo, yang cukup populer di Indonesia. 

Ikan Nemo memang menjadi andalan pariwisata di Pulau Gili Ketapang. Dalam dua tahun terakhir, wisatawan yang mengunjungi pulau itu meningkat karena ingin melihat ikan Nemo yang tersebar di pantai sekitar Pulau Gili Ketapang. 

"Kalau sekarang pengunjungnya meningkat. Tujuannya ya ingin melihat ikan Nemo," kata Saiful Jaelani salah satu warga yang ikut mengelola pariwisata di Pulau Gili Ketapang beberapa waktu lalu.

Saiful bertutur, ada dua jenis ikan Nemo di sekitar perairan Gili Ketapang. Dulunya, warga di pulau itu sering menangkap ikan Nemo untuk akuarium dan hiasan di rumah. 

"Sebelum ada ikan Nemo kita hanya menawarkan melihat terumbu karang saja," tambahnya. 

Suatu ketika, Saiful pun mencoba menawarkan spot snokrling dengan melihat ikan Nemo di Instagramnya. 

"Akhirnya kita buat spot dengan melihat ikan  Nemo dam ternyata lebih banyak pengunjungnya," tambahnya. 

Saiful dan warga Pulau Gili Ketapang pun beramai-ramai menggiring ikan Nemo yang ada di tengah laut, agar mendekat ke sekitar pantai. Setiap hari, dia memindahkan anemon, sejenis binatang laut, yang menjadi sarang ikan Nemo bertelur.

"Kalau anemonnya dipindahkan, ikan Nemonya pasti ikut. Kita pindahkan beberapa anemon setiap harinya," tambahnya. 

Sejak dipindahkan, banyak titik di Pantai Gili Ketapang yang dijadikan spot melihat ikan Nemo. Wisatawan hanya perlu berenang di kedalaman tiga sampai lima meter saja. 

"Kalau sekarang cukup naik kapal 100 meter dari pantai. Kalau dulu awal-awalnya masih dua titik, sekarang sudah ada tiga puluh titik untuk melihat ikan Nemo," tambahnya. 

Selain melihat ikan Nemo, sebenarnya  ada beberapa objek yang bisa dikunjungi. Di sisi sebelah timur, ada gua Kucing. Traveler juga bisa menikmati sunset di tepi pantai. 

"Kalau sekarang nggak bisa karena pengunjung hanya bisa sampai jam lima. Tidak ada tempat untuk bermalam. Kalau dulu masih bisa," tambahnya. 

Jika dilihat, pantai di Gili Ketapang memang cukup indah. Ombak yang tenang, dan balutan pasir putih memanjakan mata yang melihatnya. Sayangnya, potensi itu belum tergarap maksimal dari pemerintah setempat. 

"Kami berharap ada penginapan dan pemerintah menanam pohon di pinggir pantai," tambahnya. 

Selain itu, di beberapa titik pantai,  pemandangan juga kurang enak dilihat mata. Sampai-sampah plastik masih ditemukan banyak berserakan. 

"Ini juga yang harus diperhatikan," tambahnya.
 
Wakil Ketua Komisi D DPRD Jawa Timur, Mahdi, berharap agar Pemprov Jatim segera membenahi sistem transportasi dari Kabupaten Probolinggo ke pulau itu. Pasalnya, selama ini transportasi pengunjung ke arah itu masih menggunakan kapal tradisional. 

"Pertama ya transportasi penyebaran dari kota menuju Gili Ketapang masih tradisional dan aspek  keselamatannya belum terjamin," katanya. 

Menurut dia, selain transportasi ke Pulau Gili Ketapang, pihaknya juga meminta agar pulau itu dibangun akses ke pantai, agar mempermudah pengunjung. 

"Tadi Dinas Perhubungan sudah berjanji akan membangun akses jalan melingkar di pantai itu," tambahnya. 

Politisi PPP itu mengatakan, potensi pariwisata di pulau itu cukup bagus. Ke depan, harus ada campur tangan dari pemerintah provinsi, untuk meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar. 

"Kami akan bahas nanti di paripurna supaya diperhatikan. Ini sangat potensi sekali karena saya dengar satu pengelola bisa menerima wisatawan sekitar 600 orang setiap bulan," tandasnya. 

Mahdi menuturkan, sebenarnya, beberapa waktu lalu pihaknya sudah mengajak Dinas Pariwisata Jatim, untuk melihat potensi pariwisata di pulau itu. 

"Tapi sayangnya sampai sekarang belum ada sama sekali," pungkasnya. 

Editor:




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID